Demikian keterangan itu disampaikan pelaksana tugas Sekretaris Jenderal KOI Hifni Hasan, yang juga menjabat sebagai sekretaris Tim Penjaringan pencalonan ketua umum dan anggota Komite Eksekutif KOI, di Kantor KOI, Senayan, Senin (5/10/2015).
Sebelumnya, Tim Penjaringan calon ketua umum KOI masa bakti 2015-2019 yang dikomandoi Ahmad Budiharto mendapat pertentangan dari kubu Doddy Iswandi, sebagai buntut dari masalah internal KOI menjelang kongres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyadari ada yang terlewat, KOI pun segera melakukan perubahan walaupun Hifni menolak kalau hal itu disebut sebagai bentuk kekeliruan dari KOI.
"Ini bukan kekeliruan tapi waktu terbentuknya tim penjaringan kami memang tidak punya kejelasan mana cabang permainan, mana terukur, dan akurasi. Satlak Prima mengatakan panjat tebing yang diwaliki Ricky Tarore dari akurasi, ternyata saat kami tanya kepada pakar olahraga panjat tebing itu terukur karena dihitung berdasar angka. Ini yang akhirnya harus diluruskan," katanya
"Sementara permainan juga diwakili dua orang yaitu Ahmad Budiharto (bulutangkis) dan Syahrir Nawier (softball dan baseball). Akhirnya kami memilih untuk mengganti Syahrir dengan Cahyo Adi (boling) dari cabang akurasi karena perwakilan dari akurasi tidak ada. Sekarang masing-masing anggota sudah ada SK-nya (Surat Keputusan)," lanjutnya.
Berikut Nama Tim Penjaringan KOI:
1. Ricky Tarore (panjat tebing)
2. Hifni Hasan (plt. Sekjen KOI)
3. Cahyo Adi (bowling)
4. Ahmad Budiharto (bulutangkis)
5. Badai Mega Nega (tarung derajat)
(mcy/krs)











































