Tono Suratman Siap Maju dalam Pencalonan Ketum KOI

Tono Suratman Siap Maju dalam Pencalonan Ketum KOI

Mercy Raya - Sport
Selasa, 06 Okt 2015 02:28 WIB
Jakarta - Ketua Umum KONI Tono Suratman mengaku siap mencalonkan diri sebagai bakal calon ketua umum KOI. Asal ada permintaan dari para pengurus federasi olahraga.

Setidaknya sudah ada dua calon yang diketahui akan ikut dalam bursa pencalonan tersebut, yaitu Muddai Madang (ketua KONI Sumatera Selatan), dan Alfitra Salamm (Sesmenpora). Muddai sendiri saat ini sudah mengambil formulir pendaftaran dan berencana mengembalikan sekitar tanggal 20 Oktober.

Sementara Alfitra sampai saat ini masih mengumpulkan dukungan dari para pengurus cabang, sebelum akhirnya ia meminta izin kepada Menpora Imam Nahrawi ikut ikut dalam bursa pencalonan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layaknya Alfitra, Tono pun sejatinya juga 'menunggu' dukungan dari para pengurus cabang untuk bersaing dengan para bakal calon yang lain. Sebaliknya jika tidak ada dukungan, dan tujuannya bukan untuk menyatukan KONI-KOI, Tono mengaku enggan untuk mengikuti pencalonan tersebut.

"Kalau itu kehendak induk cabang olahraga dan sesuai dengan ketetapan Munas (KONI) 2014, saya siap dicalonkan. Jadi bukan berarti saya mencalonkan diri, karena untuk menjadi calon harus sudah memenuhi syarat yang ada lebih dulu,"kata Tono ketika dihubungi, Senin (5/10/2015).

"Saya juga mau maju kalau diminta dalam rangka percepatan penyatuan KONI-KOI, dan itupun harus diusulkan induk-induk cabang olahraga karena mereka yang punya suara. Tapi bukan berarti harus saya saja yang dicalonkan. Waketum atau Sekjen KONI lainnya juga boleh, terpenting punya tujuan untuk penyatuan KONI-KOI."

Mengenai salah satu syarat yang menyebut bakal calon harus menjadi anggota dari federasi internasional suatu cabang sekurang-kurangnya lima tahun, Tono menilai hal tersebut bisa diterjemahkan secara abstrak.

Maksudnya, jelas Tono, setiap pengurus federasi olahraga nasional secara langsung punya hak suara juga di organisasi internasional. Meskipun yang dimaksud dalam AD/ART itu untuk personal calon, bukan atas nama induk olahraga.

"Kalau terkait pengalaman organisasi internasional, kan bisa diterjemahkan secara abstrak yakni setiap pengurus federasi olahraga nasional secara langsung punya hak suara juga di organisasi internasional," pungkasnya.

(mcy/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads