'Waspadai Misi Terselubung Bancakan Anggaran AG dalam Pemilu KOI!'

'Waspadai Misi Terselubung Bancakan Anggaran AG dalam Pemilu KOI!'

Femi Diah - Sport
Selasa, 06 Okt 2015 18:46 WIB
Waspadai Misi Terselubung Bancakan Anggaran AG dalam Pemilu KOI!
taufik,koni,koi,
Jakarta -

Mantan pebulutangkis nasional, Taufik Hidayat, meminta agar para pengurus besar cabang olahraga mewaspadai misi terselubung dalam pemilihan ketua umum KOI. Sebab, bakal ada dana luar biasa besar untuk persiapan Asian Games (AS) 2018.

Di tengah persiapan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mempunyai hajat besar: pemilihan ketua umum periode 2015-2019. Agenda itu dilakukan dalam kongres pemilihan ketua umum pada 31 Oktober.

Masa bakti Rita Subowo yang merintis Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games selesai. Dia juga tak bisa dipilih kembali karena sudah menghabiskan masa dua periode sebagai ketua KOI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mau tak mau, KOI harus mencari sosok baru. Sejauh ini ada tiga nama yang siap dicalonkan. Yakni, ketua Umum KONI Tono Surataman, sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Alfitra Salamm, dan Ketua Umum KONI Sumatera Selatan Muddai Madang.

Sejauh ini, masa penjaringan sudah kurang sip. Aroma kekisruhan sudah mewarnai pemilihan ketua umum KOI dengan adanya dua tim penjaringan. Satu dikomandoi Achmad Budiharto yang dibentuk oleh KOI dan tim lainnya yang dikomandoi Doddy Iswandi. Yang menggelikan, Doddy juga pengurus KOI.

Berkaca kepada pemilihan pimpinan pengurus cabang olahraga yang sudah-sudah, Taufik meminta agar para pemilik suara tidak bermain-main dalam menggunakan haknya nanti. Sebab, bukan tidak mungkin bakal calon yang muncul hanya akan memanfaatkan Asian Games untuk mengeruk keuntungan pribadi.

"Siapa saja bisa menjadi ketua umum KOI, asalkan sosok itu mempunyai minimal tiga syarat yang mau tidak mau harus dipenuhi," kata Taufik kepada detikSport, Selasa (6/10/2015).

"Sosok yang mencalonkan diri menjadi ketua umum KOI harus tahu organisasi ini mau seperti apa, dia juga harus mempunyai jaringan yang luas di level internasional. Selain itu, dia harus mempunyai waktu dan mau meluangkan waktu untuk serius dengan KOI, OCA, dan IOC. Selain itu, dia harus pandai membangun organisasi yang solid.

"Jangan sampai kursi ketua umum KOI periode ini diminati untuk bancakan Asian Games. Ya, anggaran Asian Games sedang menjadi gula dan akan banyak semut yang mendekat.

"Justru semestinya ketua umum KOI harus berpikir kalau dirinya nanti harus pandai-pandai untuk menyediakan dana operasional KOI setiap bulannya yang bisa jadi Rp 600-700 juta per bulan. Belum lagi biaya ini itu.

"Saya berharap PB-PB benar-benar mencari ketua umum yang kompeten. Jangan sampai atlet lagi-lagi menjadi korbannya. Selain Asian Games, Olimpiade tahun depan menjadi pertaruhan. Jangan lagi perpecahan dikedepankan," tegas dia.

(fem/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads