PB GABSI Gagas Registrasi Online untuk Atlet dan Pelatih

PB GABSI Gagas Registrasi Online untuk Atlet dan Pelatih

Mercy Raya - Sport
Jumat, 09 Okt 2015 19:25 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) kembali membuat terobosan dengan melakukan registrasi atlet bridge di Indonesia berbasis online. PB GABSI menargetkan pada awal 2016 mendatang, program ini bisa menjaring seluruh atlet bridge tanah air, mulai dari junior hingga senior, sehingga mereka memiliki keanggotan secara resmi.

Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih, mengatakan sosialisasi program tersebut telah dimulai pada September lalu bertepan dengan digelarnya pertandingan Pra-PON 2016 di Batam, Kepulauan Riau. Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh ke-26 Pengurus Provinsi (Pengprov) GABSI.

Tidak hanya atlet, program ini juga ditujukan untuk mendata seluruh pelatih, wasit, serta jajaran pengurus mulai dari tingkat klub, gabungan, dan provinsi. Selain itu, sejumlah aturan mengenai perpindahan atlet, pelatih, dan wasit juga akan dijelaskan secara rinci dalam websitemember.gabsi.web.id.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œHarus diakui, banyak induk cabang olahraga (cabor) di Indonesia yang tidak punya data atlet, pelatih, dan wasit mereka secara lengkap. Karena itu, PB GABSI membuat terobosan dengan menjaring seluruh unsur bridge di Indonesia secara online. Mereka cukup membuka website yang sudah kami buat dan mendaftarkan diri,” ujar Ekawahyu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/10).

Menurutnya, setiap atlet, pelatih, dan wasit yang telah mendaftarkan diri melalui website akan mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) GABSI. Selain sebagai identitas, KTA tersebut nantinya juga berfungsi sebagai persyaratan untuk mengikuti seluruh kegiatan resmi GABSI mulai dari tingkat daerah sampai nasional.

β€œSeluruh 26 Pengprov GABSI telah sepakat bahwa mulai tahun depan jika ada atlet, wasit, dan pelatih yang belum memiliki KTA, tidak diizinkan mengikuti turnamen resmi GABSI. Itu sudah menjadi konsekuensi karena program yang kami buat ini semata-mata untuk membuat organisasi tertata dengan lebih baik,” ucapnya.

Ekawahyu mengaku juga telah menyampaikan program tersebut kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman. Menurutnya, KONI Pusat akan menjadikan program PB GABSI sebagai proyek percontohan yang nantinya diharapkan akan ditiru oleh induk cabor lainnya.

β€œSaya sudah sampaikan ke Pak Tono dan beliau menyambut baik rencana ini. KONI Pusat meminta kami untuk menjalankannya dan jika sukses akan disosialisasikan kepada induk cabor lainnya,” ujarnya.

Selain program ini, PB GABSI juga telah meluncurkan program Bridge Masuk Sekolah (BMS) di Provinsi DKI Jakarta pada September lalu. Bertempat di SMK Tanjung Priok 1, Jl. Mangga No. 3 Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja Tanjung Priok Jakarta, program ini diikuti oleh 60 siswa-siswi dan calon guru bridge dari 4 sekolah SMP, SMA/SMK di Jakarta Utara. Selain memberikan pelatihan bermain bridge, para siswa-siswi juga diberikan buku mengenai seluk beluk permainan bridge.

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads