Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih, mengatakan sosialisasi program tersebut telah dimulai pada September lalu bertepan dengan digelarnya pertandingan Pra-PON 2016 di Batam, Kepulauan Riau. Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh ke-26 Pengurus Provinsi (Pengprov) GABSI.
Tidak hanya atlet, program ini juga ditujukan untuk mendata seluruh pelatih, wasit, serta jajaran pengurus mulai dari tingkat klub, gabungan, dan provinsi. Selain itu, sejumlah aturan mengenai perpindahan atlet, pelatih, dan wasit juga akan dijelaskan secara rinci dalam websitemember.gabsi.web.id.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, setiap atlet, pelatih, dan wasit yang telah mendaftarkan diri melalui website akan mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) GABSI. Selain sebagai identitas, KTA tersebut nantinya juga berfungsi sebagai persyaratan untuk mengikuti seluruh kegiatan resmi GABSI mulai dari tingkat daerah sampai nasional.
βSeluruh 26 Pengprov GABSI telah sepakat bahwa mulai tahun depan jika ada atlet, wasit, dan pelatih yang belum memiliki KTA, tidak diizinkan mengikuti turnamen resmi GABSI. Itu sudah menjadi konsekuensi karena program yang kami buat ini semata-mata untuk membuat organisasi tertata dengan lebih baik,β ucapnya.
Ekawahyu mengaku juga telah menyampaikan program tersebut kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman. Menurutnya, KONI Pusat akan menjadikan program PB GABSI sebagai proyek percontohan yang nantinya diharapkan akan ditiru oleh induk cabor lainnya.
βSaya sudah sampaikan ke Pak Tono dan beliau menyambut baik rencana ini. KONI Pusat meminta kami untuk menjalankannya dan jika sukses akan disosialisasikan kepada induk cabor lainnya,β ujarnya.
Selain program ini, PB GABSI juga telah meluncurkan program Bridge Masuk Sekolah (BMS) di Provinsi DKI Jakarta pada September lalu. Bertempat di SMK Tanjung Priok 1, Jl. Mangga No. 3 Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja Tanjung Priok Jakarta, program ini diikuti oleh 60 siswa-siswi dan calon guru bridge dari 4 sekolah SMP, SMA/SMK di Jakarta Utara. Selain memberikan pelatihan bermain bridge, para siswa-siswi juga diberikan buku mengenai seluk beluk permainan bridge.
(mcy/din)











































