FORNAS pertama kali digelar tahun 2013 di Jakarta dan menyusul Semarang tahun lalu. FORNAS dapat dikatakan kompetisi "gado-gado" karena di sana banyak cabang olahraga dan permainan yang dipertandingkan. Tak cuma olahraga populer, tapi juga ada olahraga ekstrem dan tradisional.
FORNAS edisi ketiga ini diperkirakan akan melibatkan peserta sekitar 10 ribu atlet dan ofisial dari 34 provinsi serta mancanegara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kategori kedua adalah olahraga tradisi dan budaya sebanyak 13 cabor, di antaranya hadang dagongan, pencak silat, dan tarik tambang. Lalu, untuk kategori ketiga adalah olahraga petualangan dan tantangan dengan mempertandingkan 11 cabor, yakni BMX, skateboard, dan street soccer.
"FORNAS kali ini harus dijadikan momentum untuk lebih menggairahkan budaya olahraga di tengah masyarakat kita, juga untuk menjaga kelestarian olahraga tradisional. Olahraga rekreasi penting untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan masyarakat. Semakin tinggi tingkat kebugaran masyarakat, maka potensi munculnya bibit-bibit atlet untuk olahraga prestasi semakin besar. Karena itu, penting untuk mendorong agar olahraga menjadi gaya hidup masyarakat," ujar Imam yang akan membuka FORNAS III di Lapangan Niti Renon, Denpasar, Sabtu (10/10) besok.
Bali dijadikan tuan rumah lantaran citranya sebagai destinasi wisata. FORNAS pun diharapkan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada peserta dan wisatawan mancanegara, ragam olahraga rekreasi dan olahraga tradisional yang ada di Tanah Air.
Kegiatan FORNAS juga akan diisi dengan kegiatan gerak jalan santai yang menargetkan 30 ribu peserta dan akan digelar pada 10 Oktober 2015 dengan menempuh jarak lima kilometer.
(mrp/roz)










































