detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 11 Okt 2015 20:53 WIB

Tour de Singkarak 2015

Etape 2 & 4 Jadi yang Terberat Bagi Tim Juara Tour de Singkarak 2015

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Ist
Padang - Pishgaman Giant jadi tim juara di Tour de Singkarak 2015. Bagi tim asal Iran tersebut, Etape 2 dan 4 adalah tahap yang paling berat.

Pishgaman memuncaki klasemen tim di Tour de Singkarak tahun ini dengan akumulasi waktu 89 jam lima menit dan 49 detik. Catatan ini sembilan menit 47 detik lebih ungguk dari rivalnya sesama tim Iran Tabriz Petrochemical di tangga kedua.

Pishgaman juga mendominasi klasemen pebalap. Mereka menempatkan tiga rider di podium teratas.

Arvin Moazemi Goudarzi jadi juara umum. Di belakangnya adalah dua rekannya yakni Amir Zargari dan Hossein Askari.

Secara keseluruhan, Pishgaman memenangi hanya dua dari delapan etape yang dihitung. Sebagai catatan, etape pertama tak dianggap ada karena masalah miskomunikasi.

Bagi Pishgaman, Tour de Singkarak kali ini diakui punya etape-etape yang berat. Namun secara khusus, mereka menyebut Etape 2 dan 4 yang terberat.

"Rasanya seluruh stage Tour de Singkarak ini berat. Tapi mungkin yang paling berat adalah Etape Kedua dan Keempat," kata Amir Zargari, anggota tim Pishgaman.

Jika ditilik, di dua etape itu terdapat titik-titik tanjakan berat. Di etape 2 yang berlangsung dari Padang Pariaman ke Solok, mereka harus melalui jalur Sitinjau Laut dan naik dari ketinggian 13 mdpl ke 1.002 mdpl.

Ini adalah tanjakan kategori satu. Makin menantang karena di etape ini, kabut asap cukup tebal menyelimuti.

Sementara di Etape 4 dari Sawahlunto ke Solok Selatan, para pebalap punya tantangan tanjakan ekstrem. Mereka harus melalui titik King of Mountain kategori HC (Hors Categorie), dengan naik ke ketinggian 1.400 mdpl dari 428 mdpl.

Kunci Pishgaman memenangi Tour de Singkarak kali ini adalah kerja sama dan manajemen tim yang baik. Maka meski tak banyak memenangi etape, mereka bisa menjaga catatan waktu.

"Ketika Anda ingin menang, Anda harus bekerja keras. Oleh karena itu Anda harus menjaga fisik untuk bisa bekerja keras," ujar Zargari.

"Kami punya tim yang sangat kuat, seluruh anggota tim kami sangat kuat. Karena kalau cuma satu atau dua yang kuat, itu masih belum cukup," imbuhnya.

Tak ketinggalan, Zargari turut menyampaikan sedikit catatan untuk penyelenggaraan kali ini. Dia menilai pengaturan transfer para pebalap dari satu kota ke kota lain ada penurunan ketimbang sebelum-sebelumnya.

"Saya sudah ikut serta di sini sejak 2009. Rasanya organisasi yang lalu-lalu lebih baik, tapi yang terakhir ini ada sedikit problem di transfer," katanya.

(raw/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com