Achmad Sutjipto telah secara resmi menjadi ketua baru Satlak Prima. Bersama empat wakilnya ia diminta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk segera merancang anggaran.
Demikian dikemukakan Sesmenpora Alfitra Salamm dalam jumpa pers yang digelar di Media Center Kemenpora, Jakarta, Senin (12/10/2015). Selain penyerahan surat jabatan, Alfitra juga langsung membeberkan tugas pertama yang harus dilakukan oleh Sutjipto dan empat wakilnya untuk mendesain anggaran 2016.
"Sutjipto sudah resmi menjadi Kasatlak Prima yang baru sejak 9 Oktober kemarin. Namun karena masih harus ada pergantian administrasi dengan Kasatlak yang lama sehingga perlu waktu transisi. Kami tentu berharap transisi ini bisa berlangsung cepat. Supaya, ketua baru bisa langsung mendesain anggaran, karena kami akan raker dengan Komisi X tanggal 19 Oktober nanti," kata Alfitra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentang pembagian tugas wakil Kasatlak saya serahkan kepada Bapak Tjipto untuk menggelar rapat perdananya. Yang jelas langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah mendesain anggaran 2016," ungkap Alfitra.
Sementara itu, Sutjipto mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan Menpora Imam Nahrawi kepadanya. Ia mengatakan akan memulai rapat dengan membuat anggaran 2016. Meski belum bisa menyebut angka yang dibutuhkan Satlak Prima, tapi Sutjipto mengatakan angka yang dibuat tidak akan lebih dari 15 persen yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Saya belum bisa sebut angkanya karena harus melakukan rapat dengan wakil-wakil saya. Yang pasti, saya berharap angka yang kami tetapkan itu tak dipangkas terlalu besar oleh pemerintah. Kalau selisihnya hanya 15 persen, saya pikir itu masih wajar," ungkapnya.
Salah satu Tim Ad-Hok KOI ini juga menyebut akan segera merombak struktur dari Satlak Prima dalam waktu dekat. "Kalau strateginya sudah ada, tentu struktur akan mengikuti supaya ada keseimbangan antara struktur dan strategi yang kami buat. Sebab, alangkah lucunya kalau struktur besar, tapi bebannya kecil, atau strukturnya kecil tapi punya beban yang besar. Yang paling bagus adalah perampingan ulang supaya tidak terjadi bottom heavy. Kami akan buat struktur yang bisa menggerakkan planning atau strategi yang kami buat," paparnya.
(mcy/a2s)










































