Ini Alasan Taufik Hidayat Dipertahankan Sebagai Wakil Kasatlak Prima

Ini Alasan Taufik Hidayat Dipertahankan Sebagai Wakil Kasatlak Prima

Mercy Raya - Sport
Selasa, 13 Okt 2015 16:58 WIB
Ini Alasan Taufik Hidayat Dipertahankan Sebagai Wakil Kasatlak Prima
Syamsul Bahri Muhammad/Getty Images
Jakarta -

Selain memilih Achmad Sutjipto sebagai Ketua Satlak Prima, Menpora juga telah menetapkan empat wakilnya yakni Anton Subowo (Wakil I), Sadik Algadri (Wakil II), Taufik Hidayat (Wakil III) dan Lukman Niode (Wakil IV).

Keempat nama tersebut terpilih berdasarkan hasil fit and proper test yang dilakukan pada 28 Agustus lalu. Pengecualian terjadi pada Taufik Hidayat karena dia menduduki posisi tersebut tanpa melalui uji kelayakan dari Kemenpora dan Dewan Satlak Prima.

Terkait bertahannya Taufik Hidayat sebagai Wakil Kasatlak, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, punya alasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya keberadaan Taufik merupakan presentasi dari potensi muda yang ada. Makanya hanya Taufik yang dipertahankan dari era Suwarno.

"Pertama, keberadaan Taufik karena mempresentasikan potensi muda yang ada sebagaimana halnya Anton Subowo dan Lukman Niode. Alasan lainnya, tentu untuk kontinuitas. Supaya masih ada kesinambungan antara yang lama dengan baru. Artinya kalau yang lama ada yang bagus, kenapa tidak diambil," kata Gatot.

Gatot mengakui jika pemilihan Taufik tidak melalui fit and proper test. Bahkan untuk secara khusus mengambil sampel prestasi leadership sebagai indicator, juga tak dilakukan Kemenpora.

"Bawasanya Taufik tidak termasuk kelompok fit and proper test adalah betul, karena fit and proper test itu hanya terutama untuk memilih Kasatlaknya. Tetapi yang jelas, dia (Taufik) adalah figur yang lengkap. Dia mantan pemain berprestasi, pernah menjadi Chief de Mission SEA Games 2015 Singapura, dan sebagai Wakasatlak, dan masih muda," katanya.

"Begitu dengan wakil-wakil Kasatlak yang ada saat ini diambil dari fit and proper test seperti Anton (Subowo), Lukman (Niode) dan Sadik (Algadri), lebih karena merupakan figur-figur potensial. Sangat sayang jika tidak dimanfaatkan," pungkasnya.

(mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads