Keterbatasan Tak Surutkan Semangat Raechanah Ikut Jakarta Marathon

Keterbatasan Tak Surutkan Semangat Raechanah Ikut Jakarta Marathon

Mercy Raya - Sport
Minggu, 25 Okt 2015 09:28 WIB
Keterbatasan Tak Surutkan Semangat Raechanah Ikut Jakarta Marathon
detikSport/Mercy Raya
Jakarta - Mandiri Jakarta Marathon 2015 punya peserta istimewa. Dari atas kursi roda, seorang wanita tak kalah semangat dari ribuan peserta lainnya untuk menuntaskan lomba.

Dari Silang Monas Barat Daya, Jakarta, Minggu (25/10/2015), Raechanah Syafei, menjalankan kursi rodanya untuk bisa sampai garis finis. Bersama para peserta lainnya, Raechanah yang turun di nomor lari 5K tampil dengan penuh percaya diri,.

Raechanah akhirnya berhasil menuntaskan lomba. Wanita berusia 45 tahun itu menyentuh garis finis dalam waktu sekitar 42 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini sangat luar biasa," ucap Raechanah seusai mencapai finis.

Ini merupakan kali kedua Raechanah ikut serta dalam Jakarta Marathon. Sebelumnya, ia mengikuti nomor 10K dan berhasil pecahkan rekor 2 jam 15 menit.

Sejak divonis dokter mengidap kelainan sel darah putih pada 2013 lalu, yang mengakibatkan kedua kakinya tidak bisa diajak berjalan, praktis aktivitas Raechanah hanya bisa dilakukan di atas kursi roda.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Raechanah untuk melakukan apa yang dia suka. Ia ikut berlari bersama 14 ribu pelari lainnya di Jakarta Marathon 2015 meski kondisi jalanan tidak selalu rata.

"Saya dari sebelum seperti ini memang menyukai olahraga, salah satunya lari. Sampai saat ini pun saya juga masih bekerja sebagai project director di daerah Gunung Sewu," kata wanita berkaca mata ini.

"Nah, sekarang ikut lagi karena saya ingin memotivasi saya sendiri dan orang yang keterbatasan seperti saya. Saya cuma ingin kasih tahu walau menggunakan kursi roda tidak ada halangan untuk beraktivitas dan melakukan apa yang kita sukai," ujar Raechanah.

"Tadi itu memang akses saja yang kurang mendukung. Mungkin karena saya pakai kursi roda dan banyak jalanan yang kurang rata jadi agak sulit. Tapi saya bahagia karena akhirnya sampai finis juga," katanya seraya tertawa.

Raechanah berharap di edisi berikutnya penyelenggara Jakarta Marathon bisa menyiapkan akses khusus untuk atlet-atlet difabel seperti dirinya.

"Dari segi fasilitas sebenarnya sudah cukup bagus dan lebih meriah. Karena pesertanya lebih dari 10 ribu. Ya, ke depan semoga persiapan dan pelaksanaannya lebih baik lagi," katanya.

"Insya Allah kalau tahun depan sehat dan diizinkan saya akan ikut lagi. Satu pesan saya, percaya sama Tuhan karena hanya kepadaNya-lah segala kesulitan akan menjadi lebih mudah," pungkas Raechanah.

(mcy/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads