Ikut mendampingi Rio Haryanto membalap sejak Rio kecil, Indah Pennywati hapal luar-dalam dengan sikap sang putra sebelum dan sesudah balapan. Musim ini, katanya, Rio lebih antusias menghadapi tiap balapan.
Indah ikut mendampingi ketika Rio diundang untuk menghadiri wawancara dengan CNN Indonesia, Rabu (28/10) malam. Ketika Rio masuk ke dalam studio, Indah hanya menyaksikan sang putra dari sebuah televisi di ruang tunggu.
Sesekali ia mengernyitkan dahi karena volume suara televisi kalah ramai dari orang yang berlalu-lalang di sekitarnya. Satu kali, ia berdiri dari tempat duduknya untuk mengabadikan gambar sang anak di televisi melalui kamera ponselnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama seperti halnya Sinyo, Indah juga berkomitmen penuh mendukung Rio. Tidak hanya sekadar jadi pendukung, ia juga menjadi teman bicara Rio sehabis balapan.
"Kalau kalah, saya nggak berani tanya," ujar Indah kepada detikSport, sembari menambahkan bahwa mood Rio bisa berubah suram seketika manakala mendapatkan keputusan yang tidak menguntungkannya.
"Seperti waktu di Belgia. Waktu itu dia dihukum penalti dan diberitahu-nya baru 2 lap menjelang akhir balapan," lanjutnya.
Kala itu, mobil Rio mengalami masalah pada koplingnya sehingga membuatnya berhenti di jalur cepat pitlane. Hal tersebut membuat steward menghukum Rio dengan penalti berhenti 10 detik di pit box.
Ketika hukuman dijatuhkan, Rio sedang berada di posisi kedua dan balapan tinggal tersisa dua lap. Rio pun tidak punya waktu lagi untuk memperbaiki posisinya.
"Rio sekarang sudah empat tahun membalap di GP2. Sekarang, dia sudah kenyang pengalaman. Sudah banyak menang, banyak kena penalti, dan juga banyak melintir," ucap Indah.
Kendati demikian, musim 2015 ini menjadi musim terbaik Rio selama terjun di ajang GP2. Pebalap berusia 22 tahun tersebut sudah lima kali naik podium musim ini dengan tiga di antaranya menjadi juara. Usai balapan di Rusia, yang berlangsung pada 10-11 Oktober lalu, Rio duduk di urutan ketiga klasemen pebalap.
Indah menilai, meningkatnya performa Rio di lintasan tidak lepas dari chemistry apiknya dengan para teknisi Campos Racing. Menurut Indah, selama membalap untuk Campos, Rio terlihat antusias mendatangi meeting seperti berbagai sesi lainnya, seperti berlatih di gym dan menjalani simulator sebelum balapan.
"Dia nggak mau buang-buang waktu. Dia pasti selalu bilang, 'Ayo, jangan lama-lama. Mau ada meeting (dengan tim), nih'," beber Indah.
"Saya melihatnya, dia jauh lebih semangat di tim ini. Nggak kelihatan dia sekali pun malas-malasan waktu mau ke kantor timnya."
(roz/din)











































