Meski baru memastikan tiga tiket Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Indonesia sudah diingatkan untuk segera mengurus akomodasi kontingen selama di Brasil. Hal ini disebabkan hunian wisma atlet di sana sudah mulai penuh.
Sebanyak tiga perwakilan dari KOI akan dikirim ke Brasil pertengahan November mendatang. Pengiriman ini dalam rangka mempersiapkan akomodasi dan kebutuhan atlet tanah air selama bertanding di Olimpiade 2016 Rio.
"Tanggal pastinya belum ditetapkan, tapi kemungkinan setelah tanggal 15 November atau saat KOI memenuhi undangan dari Presiden OCA (Olympic Council of Asia) di Kuwait," kata wakil ketua umum KOI, Muddai Madang, Senin (9/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya delegasi akan kami kirim ke sana untuk mengurus kebutuhan atlet-atlet kita."
Dari 12 cabang Olimpiade yang diproyeksikan, Indonesia baru mengantongi tiga tiketke Olimpiade atas nama Maria Natalia Londa (atletik) dan Riau Egha Agatha dan Ika Yuliana Rochmawati (panahan).
Sementara cabang olahraga lainnya, seperti bulutangkis masih terus berjuang mengumpulkan poin hingga Mei mendatang. Begitu dengan cabang lainnya seperti angkat besi, taekwondo, balap sepeda, rowing, judo, voli pantai, berkuda, dan renang.
Sedangkan cabang olahraga kano, dipastikan tak akan mengirimkan wakilnya ke Olimpiade setelah gagal pada Kejuaraan Asia 2015 di Jakabaring, Palembang, pada Minggu (8/11/2015) kemarin. Salah dua wakil mereka Marzuki dam Mehue Spens Stuber harus puas dengan torehan satu perak di nomor kano 200 meter ganda putra (MC2). Untuk mengamankan tiket Olimpiade, kano Indonesia harus menjadi juara atau sumbang satu medali emas di ajang tersebut.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto, mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait cabang-cabang olahraga yang gagal mendapatkan tiket Olimpiade.
"Dari 12 cabor, potensi kita ada pada 4 cabor yaitu bulutangkis, angkat besi, panahan, dan atletik. Kano memang salah satu dari 12 cabor prospek Olympic, tapi dari hasil kemarin tentu bisa segera dilakukan evaluasi untuk mencari dimana faktor penyebabnya, di samping sudah harus mulai memfokuskan ke persiapan menuju SEA Games 2017 dan Asian Games 2018," ucap dia.
(mcy/a2s)











































