Tinggal satu tahun lagi Jawa Barat menggelar Pekan Olahraga Nasional XIX. Selain penyelenggaraan, mereka juga bertekad meraih tiga aspek kesuksesan yang lain. Apa saja?
Dalam kunjungannya ke kantor redaksi detikcom kemarin (10/11), Gubernur Jabar yang juga menjabat ketua umum PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan, menyebut empat misi yang ditargetkan oleh pihak panitia.
"Pertama, tentu saja sukses dalam hal penyelenggaraan. Konsep kita pada PON ini, yang juga akan kita tampil di Opening Ceremony adalah 'budaya dan teknologi," ujar gubernur yang akrab disapa 'Aher' itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarah PON, Jawa Barat pernah tiga kali menjadi juara umum, yakni tahun 1951, 1953, dan 1961. Dalam hal frekuensi juara, mereka hanya kalah dari DKI Jakarta (11 kali). Selain dua provinsi tersebut, hanya Jawa Timur (2) dan Jawa Tengah (1) yang pernah menyabet predikat juara umum.
Misi ketiga, kata Aher, adalah sukses di sektor ekonomi kerakyatan. PON menjadi sebuah "etalase" tersendiri untuk memperkenalkan segala potensi ekonomi yang dimiliki tuan rumah. Disebutnya, Jawa Barat adalah satu satu gudang industri kreatif di tanah air.
"Misi keempat, belajar dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya, kami ingin tertib administrasi dan menjadikan PON tahun depan 'bersih'. Itu sebabnya dari awal kami terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait. Mungkin jadi agak ribet, tapi yang penting ke depan tidak menimbulkan masalah-masalah (hukum)," paparnya.
"Juga, penyelenggaraan PON ini akan kami bukukan untuk event-event selanjutnya, karena sebelumnya Jawa Barat belum ada pengalaman untuk menghajat event (besar) semacam ini."
PON XIX akan diadakan pada 9-20 September 2015. Ada 15 kota/kabupaten yang berbagi peran sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan, dengan Bandung Raya sebagai pusatnya. (a2s/fem)











































