Dua tahun lalu pada Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Juwita finis di urutan keempat di nomor nomor nanquan dan nandao. Saat tampil di Asian Games 2014 di Korea Selatan, Juwita mendapatkan perak. Dalam perjalanannya emas Tai Cheau Xuen (Malaysia) dicabut karena gagal melewati tes doping. Juwita pun ditahbiskan sebagai peraih emas.
Kini, Juwita ditantang turnamen yang lebih tinggi. Dia menjadi salah satu harapan Indonesia untuk menyumbangkan emas di Kejuaraan Dunia Wushu yang dihelat di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta mulai besok hingga 18 November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapan khusus tidak ada, tapi adanya pelatih baru sudah cukup membuat kami percaya diri tampil di Kejuaraan Dunia ini. Kampus juga tak mempersulit persiapan. Mereka memberikan dispensasi selama persiapan dan kejuaraan ini," ucap mahasiswi semester tiga Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara itu.
Di nomor taolu, Indonesia menurunkan delapan pewushu. Selain Juswita, indonesia bertumpu kepada Lindswell Kwok dan atlet putra Ahmad Hulaefi. Di nomor sanshou, Indonesia mengirimkan sepuluh atletnya.
(fem/cas)











































