Pebalap nasional Rio Haryanto pernah meminta bantuan dana kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) untuk tampil di ajang Formula 1. Mengetahui hal itu, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi memastikan pihaknya akan memberi suntikan dana.
"Bantu. Kita bantu. Pemprov boleh ngajuin (dana). Masuknya hibah," ujar Pras saat berbincang di Ruang Paripurna DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).
"Rio ini ibarat ayam kampung yang kalau dikasih (kesempatan) maju ke depan bisa maju, fighter ini," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kita bisa bantu) Rp 90 miliar, setengahnya dari total dana. Nanti disepakati di rapat banggar pas hari Selasa rapat lagi untuk penyempurnaan anggaran," kata Pras.
Menurut Pras, salah satu mempromosikan pariwisata DKI bisa dilakukan dengan cara memasang logo dan stiker 'Enjoy Jakarta' di badan mobil balap Rio. Selain lebih praktis, bisa juga menjadi daya tarik dunia.
"Daripada gue (saya) kasih buat Dinas Pariwisata untuk publikasi mending tempel di mobil buat 'Enjoy Jakarta'," pungkasnya.
Rio sudah membalap selama empat tahun di GP2. Musim ini adalah musim terbaiknya, di mana ia kini tengah duduk di urutan ketiga klasemen pebalap. Lantaran merasa sudah cukup pengalaman, dan sudah memegang super license --"SIM" untuk membalap di F1--, Rio pun merasa sudah saatnya untuk naik tingkatan.
"Ini satu hal sejarah. Kalau ini kita enggak ambil, belum tentu bisa ada kesempatan lagi. Karena mesti ada bakat, ada tim F1 yang nawarin, dia butuh pebalap asal ada sponsor yang cukup," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (27/10) lalu.
(aws/roz)










































