Bayu ditunjuk menjadi Komisi Atlet KOI dalam kepengurusan yang dipimpin Erick Thohir. Bayu bakal memegang jabatan itu hingga empat tahun ke depan.
Ada satu hal yang menjadi catatan Bayu dari pelaksanaan-pelaksanaan pelatnas periode sebelumnya. Yakni, keterlambatan uang saku atlet dan jaminan ketersediaan peralatan dan perlengkapan untuk latihan dan kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu menjamin kali ini uang saku dan peralatan-perlengkapan itu tak lagi menjadi kendala. Dia sudah membuat perjanjian dengan Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima), Achmad Sucipto.
"Saya percaya dengan kinerja Satlak Prima yang dipimpin Pak Sucipto. Saya memegang fungsi kontrol. Saya yakin Pak Cip siap menjamin itu. Kalau memang sampai ada keterlambatan saya akan mengambil langkah," kata Bayu yang ditemui di Kantor KOI, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Salah satu ajang besar terdekat saat ini adalah Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Beberapa cabang olahraga masih bertarung untuk mencari tiket ke ajang empat tahunan itu. Sejauh ini, bulutangkis dan angkat besi masih menjadi primadona untuk mengembalikan medali emas yang hilang di London.
(fem/a2s)










































