Uang Saku dan Peralatan Latihan, Salah Satu Konsentrasi Komisi Atlet KOI

Uang Saku dan Peralatan Latihan, Salah Satu Konsentrasi Komisi Atlet KOI

Femi Diah - Sport
Kamis, 19 Nov 2015 13:00 WIB
Uang Saku dan Peralatan Latihan, Salah Satu Konsentrasi Komisi Atlet KOI
Femi Diah/detikSport
Jakarta - Usai terpilih sebagai Komisi Atlet Komite Olimpiade Indonesia, Krisna Bayu bergerak cepat. Salah satu konsentrasinya adalah mengawasi kelancaran uang saku serta jaminan kesediaan peralatan perlengkapan latihan dan kompetisi atlet pelatnas.

Bayu ditunjuk menjadi Komisi Atlet KOI dalam kepengurusan yang dipimpin Erick Thohir. Bayu bakal memegang jabatan itu hingga empat tahun ke depan.

Ada satu hal yang menjadi catatan Bayu dari pelaksanaan-pelaksanaan pelatnas periode sebelumnya. Yakni, keterlambatan uang saku atlet dan jaminan ketersediaan peralatan dan perlengkapan untuk latihan dan kompetisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan itu bakan seolah sudah menjadi tradisi. Ketika menteri berganti, masalah tersebut tak menemukan solusinya juga. Peralatan dan perlengkapan latihan dan lomba memang terwujud, tapi setelah multieven usai dihelat.

Bayu menjamin kali ini uang saku dan peralatan-perlengkapan itu tak lagi menjadi kendala. Dia sudah membuat perjanjian dengan Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima), Achmad Sucipto.

"Saya percaya dengan kinerja Satlak Prima yang dipimpin Pak Sucipto. Saya memegang fungsi kontrol. Saya yakin Pak Cip siap menjamin itu. Kalau memang sampai ada keterlambatan saya akan mengambil langkah," kata Bayu yang ditemui di Kantor KOI, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Salah satu ajang besar terdekat saat ini adalah Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Beberapa cabang olahraga masih bertarung untuk mencari tiket ke ajang empat tahunan itu. Sejauh ini, bulutangkis dan angkat besi masih menjadi primadona untuk mengembalikan medali emas yang hilang di London.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads