Dongkrak Mental Atlet, Komisi Atlet KOI Bakal Gandeng Olimpian

Dongkrak Mental Atlet, Komisi Atlet KOI Bakal Gandeng Olimpian

Femi Diah - Sport
Kamis, 19 Nov 2015 13:57 WIB
Dongkrak Mental Atlet, Komisi Atlet KOI Bakal Gandeng Olimpian
AFP PHOTO/GOH CHAI HIN
Jakarta -

Ketua Komisi Atlet Komite Olimpiade Indonesia, Krisna Bayu, akan menggandeng olimpian selama masa kerjanya. Itu sebagai salah satu upaya mengembalikan tradisi emas Olimpiade untuk kontingen Merah Putih.

Tradisi emas Olimpiade Indonesia terhenti di tahun 2012 London sejak memulai debut di tahun 1992 Barcelona. Kabinet baru KOI yang dipimpin Erick Thohir pun mau tak mau harus menerima tugas berat untuk mengembalikan emas di Olimpiade terdekat, tahun 2016 di Rio de Janeiro. Artinya waktu yang tersisa kurang dari satu tahun.

Bayu yang terpilih sebagai ketua Komisi Atlet dalam kepengurusan KOI periode 2015-2019 tertantang dengan tugas tersebut. Meskipun, dia mengakui konsentrasi kepengurusan KOI juga terpecah dengan persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan libatkan orang-orang penting ini, para olimpian, untuk memotivasi atlet. Saya akan manfaatkan jaringan yang saya miliki dengan para olimpian," kata Bayu yang ditemui detikSport beberapa waktu lalu.

Kebijakan itu dibuat Bayu dengan berkaca kepada pengalamannya sendiri. Atmosfer Olimpiade--sebagai ajang terbesar dan berlangsung epat tahun sekali--tak bisa dimungkiri berpengaruh besar terhadap mental para atlet. Di ajang itu, para atlet, termasuk atlet Indoesia, bakal bertemu dengan atlet top dunia, fasilitas kelas satu, juga penerbangan yang melelahkan.

Faktor-faktor nonteknis itulah yang biasa berpengaruh lebih besar terhadap penampilan para atlet. Nah, kecenderungannya, justru berimbas kurang baik. Sebelumnya, Bayu juga menjamin untuk terus mengontrol urusan uang saku serta peralatan dan perlengkapan.

"Apalagi yang baru pertama kali ke Olimpiade. Ibaratnya kita sudah kalah sebelum bertarung. Hal-hal seperti itu semestinya bisa diantisipasi dan kuncinya ada pada mereka yang mempunyai pengalaman, tentunya mereka adalah para olimpian," jelas pemilik enam medali emas SEA Games itu.

Selain itu, Bayu berencana untuk membuat e-learning tentang bagaimana menjadi seorang olimpian. "Dalam setahun saya jadwalkan berlangsung empat kali," ucap dia.

Satu hal lagi, Bayu membuat gebrakan dengan membuat sesi konsultasi atlet. Dia menamakannya Hari Konsultasi Atlet.

"Paling cepat Januari bisa dimulai. Saya ingin atlet-atlet curhat segala masalah kepada Komisi Atlet. Saya khususkan satu hari, tapi tak menutup kemungkinan mereka untuk mendatangi kantor saya setiap hari. Pintu ini terbuka setiap hari," jelas dia.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads