Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 menggantikan Vietnam pada 20 September 2014. Sejak diputuskan sampai saat ini belum ada perkembangan berarti dalam semua bidang persiapan.
Bahkan, masterplan alias rancangan detail seluruh kegiatan di Asian Games 2018 belum juga selesai. Padahal, masterplan itu semestinya sudah siap sejak enam bulan penandatanganan Host City Contract (HCC) alias 20 September 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami masih merevisi masterplan karena banyak perubahan. Jakarta berubah-ubah melulu jadi harus persiapkan yang baik," kata Ketua KOI, Erick Thohir di Jakarta, Jumat (20/11/2015).
"Siapa yang bermain di Jakarta, siapa yang bermain di Palembang, kami harus membagi. Lalu soal fasilitas atlet berapa yang ada di Jakarta, berapa yang ada di Palembang, belum lagi penghematan bujet," kata pria yang juga Presiden Inter Milan itu.
Selain itu, anggaran juga jadi soal. Dari total kebutuhan Rp 10 triliun--dengan rincian Rp 7,5 triliun untuk persiapan penyelenggaraan dan Rp 2,5 triliun untuk pelatnas--belum tersedia. Pemerintah menganggarkan Rp 500 miliar untuk renovasi Gelora Bung Karno (GBK) Senayan.
"Anggaran pemerintah memang terbatas, tapi kalau pemerintah lepas tangan pun tidak mungkin karena ini hajatan negara, bukan swasta. Tapi kalau swasta ada yang membantu tentu kami alhamdulillah. Yang jelas bujet terbesar memang mesti segera disiapkan, karena ini penting," ujar Erick.
(mcy/fem)











































