Rencananya, KOI akan mulai melakukan promosi ke berbagai daerah di dalam negeri, salah satunya melakukan kegiatan seminar dan fun run pada awal Desember mendatang
"Kami sudah berpikir untuk melakukan sejumlah kegiatan pada awal Desember mendatang dan ini sudah dibicarakan dengan Komite Eksekutif KOI seperti fun run atau seminar-seminar ke berbagai daerah. Ini untuk mensosialisasikan Asian Games," kata Sekretaris Jenderal KOI, Doddy Iswandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk awal Desember nanti enam provinsi dulu. Promosi ini kan masih terus berjalan. βKarena tak tertutup kemungkinan kami juga akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah supaya pelajar ikut mensukseskan multievent ini, termasuk iklan-iklan di televisi akan dijalankan dan karnaval" katanya.
KOI sendiri mengklaim telah mengajukan anggaran sebesar Rp 60 miliar βkepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk sosialisasi. Kendati, pemerintah hanya menyediakan dana sebesar Rp 20 miliar untuk sosialisasi Asian Games 2018 di APBN 2015.
"Kami sudah mengajukan dana ke Kemenpora sebesar Rp 60 miliar karena kami tahu ada dana yang disiapkan pemerintah untuk promosi. Tapi berapapun itu yang disetujui, kami akan optimalkan," ungkapnya.
Dengan dana sebesar itu, Doddy menyadari, pencairan dana tidak akanlah mudah. Terlebih banyak birokrasi yang harus dilewati. Untuk itu, ia akan mendorong dikeluarkannya fatwa penunjukan langsung.
"Kami akan minta fatwa ke lembaga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) supaya βboleh dengan pemilihan langsung. Paling hanya satu minggu dari pengajuan sampai putus. Soalnya Asian Games ini kita sudah tidak bisa duduk lagi, tapi harus gerak cepat," pungkasnya.
(mcy/din)











































