Hal itu seperti diungkapkan oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2015) siang WIB.
"Kalau pembukaan pasti digelar di Jakarta, sementara penutupan diusulkan berlangsung di Palembang. Tapi, semua keputusan ada di tangan pemerintah karena kami ingin Asian Games ini tak cuma menjadi milik Jakarta saja," kata Erick saat ditemui oleh pewarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi, arahan Pak Menteri pembukaan di Jakarta. Penutupannya direncanakan di Palembang," ungkap Gatot.
"Jadi nanti kita tinggal ketok palu saja. Yang pertama adalah karena ini bukan hanya gawenya Jakarta, namanya saja sudah Jakarta-Palembang. Yang kedua, pada saat Pak Jokowi masih menjadi gubernur dan menerima Mister Wei (Jizhong, Wakil Presiden Komite Olimpiade Asia) tanggal 8 Agustus 2014, waktu itu dia mengatakan kita tidak ingin menjadi gawenya Jakarta saja begitu, tentu saja kita harus melaporkan kepada OCA," tambahnya.
Hari ini berlangsung pertemuan antara pihak Kemenpora dan juga KOI. Dalam pertemuan yang dimulai pada sekitar pukul 14.30 WIB, dan berlangsung selama sekitar satu setengah jam itu, KOI melaporkan Rencana Induk Asian Games 2018.
(cas/din)











































