Persiapan Asian Games Lambat, Erick Thohir: Kami Gang Bandung Bondowoso

Lucas Aditya - Sport
Rabu, 25 Nov 2015 20:06 WIB
detikSport/Femidiah
Jakarta - Indonesia masih punya banyak pekerjaan rumah sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Menyinggung legenda Bandung Bondowoso yang bisa bikin 1.000 candi dalam satu malam, Erick Thohir optimistis semuanya bisa dituntaskan.

Nyaris berbarengan dengan 1.000 hari hitung mundur Asian Games 2018, Indonesia dapat teguran keras dari Olympic Council of Asia (OCA). Peringatan diberikan karena progres dianggap lambat, sementara waktu persiapan Indonesia menjadi tuan rumah kian mepet.

Pengadaan venue non-kompetisi (wisma atlet), velodrome, dan juga akuatik menjadi sorotan utama OCA. Mereka ingin pengerjaannya sudah dimulai pada Januari tahun depan. Selain itu, OCA juga menagih masterplan Asian Games 2018. Itu merupakan detail-detail dari penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara Asia itu, seperti aspek pengorganisasian dan finasial.

"Yang ditanya-tanya kemarin sudah selesai. Insya Allah. Kami ini Gang Bandung Bondowso lah. Itu saja yang akan disampaikan pada rapat OCA pada rapat yang akan berlangsung pada 28-30 November nanti," ujar Erick kepada pewarta di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada pewarta.

Soal mepetnya persiapan Asian Games Jakarta-Palembang, Erick juga mengakuinya. Pria yang juga merupakan presiden klub Inter Milan itu berharap semua pihak memberikan dukungan yang maksimal. Dalam beberapa hari ini, dia juga sudah bertemu dengan beberapa pihak terkait, termasuk berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Rabu (25/11/2015) siang WIB.

"Saya rasa tujuan pertemuan hari ini melaksanakan Perpres 22 di mana memang rencana induk itu harus ada dan hasil pertemuannya sangat bagus, welcome. Tentu ada revisi yang tidak besar dan memang ini juga bagian yang kita harapkan segera bergulir," ungkap Erick.

"Pak Menteri akan segera melaporkan ke Presiden karena memang ada rencana launching juga untuk hal-hal ini dan tentu juga banyak rencana yang nanti juga Pak Menteri akan melaporkan ke Presiden. Dan tentu kita juga sudah koordinasi ke Ibu Menko (Puan Maharani), dan Bu Menko juga melihat hal ini hal yang positif."

"Nah saya rasa inilah bagian dari KOI, kan bagaimana pemerintah semua mendukung dan seluruh organ-organ yang ada juga mendukung. Karena waktunya juga mepet, jadi ini yang kita push. Dan alhamdulillah 2-3 hari ini banyak ketemu banyak pimpinan negara, luar biasa lah," imbuhnya.

Soal lambatnya progres persiapan Asian Games 2018, pihak Kemenpora tak menyangkalnya.

"Saya tak mau mencari pihak mana yang pantas disalahkan. Tapi, saya memang mengakui bahwa memang progresnya jalan di tempat pada September-Oktober," Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.

Dengan waktu persiapan yang kian mepet, Erick tetap yakin bahwa Indonesia akan sukses menggelar Asian Games.

"Asian Games terakhir tahun 1962. Tak banyak negara yang sudah menggelar Asian Games sebanyak dua kali, sekitar lima negara. Kita ini negara besar, akan memalukan sampai gagal. Kita merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, ekonomi sudah masuk G-20. Ajang ini tidak boleh gagal," imbuhnya.

(cas/din)