Industri dan Jasa Olahraga Indonesia Bakal Punya Payung Hukum

Industri dan Jasa Olahraga Indonesia Bakal Punya Payung Hukum

Amalia Dwi Septi - Sport
Rabu, 25 Nov 2015 20:32 WIB
Jakarta - Indonesia dinilai punya potensi sangat besar untuk mengembangkan sekaligus memanfaatkan industri dan jasa olahraga. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun berencana membuat Permen (Peraturan Menteri) untuk memberikan payung hukum.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Menpora Bidang Pembudayaan Olahraga, Prof Faisal Abdullah, di acara workshop bertajuk Penyusunan Naskah Kebijakan Pengembangan Industrial Olahraga di Jakarta, Rabu (25/11).

Faisal mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki banyak produk-produk alat olahraga yang diproduksi sendiri di sini. Namun Indonesia kerap kali memilih menggunakan produk luar negeri. Shuttlecock misalnya, Faisal mengatakan ada beberapa pabrik atau perusahaan di tanah air yang memproduksi alat bermain untuk bulutangkis tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia itu punya produk-produk alat-alat sarana prasarana, tapi belum dilindungi. Padahal itu adalah potensi besar bagi masyarakat. Nah tugas kami adalah mendorong adanya kebijakan resmi tentang itu dan mendorong masyarakat menjadikan itu sebagai sumber pemasukan," ujar Faisal.

Akan tetapi masalahnya adalah belum adanya payung hukum soal industri dan jasa olahraga tersebut. Payung hukum yang rencananya dituangkan melalui Permen itu nantinya akan memproteksi produk-produk industri atau jasa olahraga tersebut.

"Jadi ada kendala oleh pelaku-pelaku industri di tingkat nasional. Produk kita, alat-alat dan sarana prasaran olahraga kita belum dilindungi dengan baik. Pengembangan pelaku ekonomii kreatif, banyak produsen kita belum masuk lingkungan UKM dan UMKM," lanjutnya.

Sementara itu untuk jasa olahraga seperti EO (Event Organizer) juga sering menemui kendala seperti masalah perizinan.

"Nah, kami ingin ke depannya ini diapakan agar prosesnya mudah. Seperti EO, Eo itu jasa olahraga, tidak hanya untuk event nasional, tapi banyak event-event daerah. Konsep kami seperti itu, bagaimana mempermudah dan melindungi mereka," kata dia.

(ads/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads