'Calon Ketua KONI Jangan Hanya Satu'

'Calon Ketua KONI Jangan Hanya Satu'

Amalia Dwi Septi - Sport
Kamis, 26 Nov 2015 10:59 WIB
Calon Ketua KONI Jangan Hanya Satu
Tono Suratman (detiksport/rengga)
Jakarta -

Setelah Satlak Prima dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berganti nakhoda, tinggal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) induk organisasi olahraga yang akan melakukan pergantian pengurus.

Menjelang Musornas KONI di Jayapura, Papua, 28-30 November 2015, agar tercipta iklim demokrasi yang baik, diharapkan calon ketua organisasi ini lebih dari satu. Sejauh ini baru sang incumbent, Tono Suratman, yang dipastikan maju dalam bursa ketua umum.

"Menurut saya, sebaiknya tidak hanya satu calon. Kalau nantinya memang hanya satu itu, akan lebih baik diserahkan lagi ke peserta Musornas dan ditanyakan apakah ada calon lain yang dicalonkan lagi. Ini penting agar proses Musornas berlangsung demokratis sehingga ke depan akan membawa kebaikan pada lembaga KONI Pusat," ujar eks ketua umum KONI, Agum Gumelar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pokoknya, sejauh memenuhi syarat tidak boleh dihalang-halangi. Justru dengan adanya dua calon maka akan tercipta demokrasi yang baik. Apalagi olahraga selalu menjunjung tinggi sportivitas. Tidak usah jegal-jegalan, bertarunglah layaknya ksatria. Semuanya harus sportif dan dewasa, serta bisa menerima kekalahan dengan lapang dada juga tidak sombong bila meraih kemenangan," tambah dia.

Baru-baru ini beredar kabar bahwa ketua umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Marciano Norman, siap maju untuk menghadapi Tono. Rumornya, pria yang juga mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu akan mendaftar di "menit-menit terakhir".



"Dia sangat menjiwai olahraga dan memiliki komitmen tinggi dalam mengurusi olahraga. Bahkan beliau juga suka berkorban baik waktu, tenaga, dan dana, untuk membina olahraga Indonesia. Itu adalah syarat bagi seseorang untuk menjadi pemimpin olahraga di Indonesia," ucap Agum tentang Marciano Norman.

Beberapa hari lalu, Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto juga berharap muncul nama baru agar proses pemilihan ketua umum KONI berjalan kompetitif. Namun begitu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada voter.

"Kami harapkan Musornas KONI Pusat nanti bisa mendapatkan tokoh baru. Kemarin Satlak Prima saja bisa ganti nakhoda (dari Suwarno ke Achmad Sutjipto), KOI ternyata juga ganti (dari Rita Subowo ke Erick Thoir). Kalau misalnya KONI tidak ada pergantian, yang ada hanya figur lama, ya kami hormati dan kami kembalikan pada para voter," kata Gatot.

(ads/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads