Kurang dari 1.000 hari lagi Asian Games bakal digelar di Indonesia. Dalam periode yang tidak lagi panjang tersebut persiapan beragam hal untuk mensukseskan event olahraga terbesar di Benua Asia tersebut masih sangat jauh.
Hal-hal yang cukup mendasar seperti rencana induk, masterplan, sampai rencana pembagunan fisik venue kompetisi dan non-kompetisi masih belum jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OCA memang dijadwalkan datang ke Jakarta di akhir pekan ini. Mereka berkunjung ke Jakarta tidak semata-mata untuk Asian Games 2018, namun karena juga ada pertemuan rutin antara anggota OCA. Agenda lain OCA di Jakarta adalah mendengar paparan sejumlah negara tuan rumah multievent Asian Beach Games (Vietnam), Asian Winter Games (Jepang), dan Asian Indoor Games (Turkmenistan), juga Asian Games (Indonesia). Khusus Indonesia diberikan slot hari Minggu (29/11) setelah makan siang.
Beberapa hal yang menjadi perhatian besar dalam paparan ketua Organizing Committee pada pertemuan nanti salah satunya soal klarifikasi wisma atlet. Sebelumnya dalam rencana dan paparan yang dilakukan KOI di Turkmenistan disebutkan kalau peletakan batu pertama adalah September lalu. Namun sampai kini hal tersebut belum direalisasikan karena kendala brikorasi.
"Ada beberapa hal yang akan kami paparkan nanti. Kebetulan Bapak Erick Thohir yang akan paparan langsung, sekaligus perkenalan beliau di depan OCA. Kami akan klarifikasi soal masalah wisma atlet, yang selama ini menjadi concern OCA. Karena sebelumnya di Turkmenistan pernah sounding ground breaking akan dilakukan September, tapi tidak jadi karena ada masalah," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Jumat (27/11/2015).
"Di situ akan kami jelaskan dalam konteks, misalnya, kalau seandainya apakah ada jaminan kepastian groundbreaking mulai Februari 2016. Tak hanya itu, kami juga akan meyakinkan pihak OCA bahwa ini bukan sekadar janji doang. Tetapi upaya yang harus dilakukan pada Februari 2016. Selain kami juga akan katakan soal rencana induk dan masterplan yang sudah selesai," tambahnya.
"Di samping wisma atlet kami juga akan paparkan soal progress pembangunan fisik renovasi, dan usulan cabor yang dilontarkan Erick Thohir (Ketum KOI). Soal itu akan kami singgung, meski tidak secara spesifik karena untuk cabor ada dipertemuan khusus yakni kordinasi komite (Corcom). Sementara Corcom belum ada lagi,β jelas Gatot.
General Meeting OCA akan dihadiri 45 negara anggota. OCA disebutkan tidak akan melakukan kunjungan ke venue-venue di Jakarta dan Pelambang.
(mcy/din)











































