Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2015 akan berakhir pekan ini. Sejumlah pebalap mengapresiasi pihak penyelenggara yang mampu menyajikan balapan yang seru dan aktraktif, baik di dalam dan luar lintasan.
Balapan seri terakhir atau seri keenam digelar pada Sabtu-Minggu, 28 dan 29 November ini di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tahun ini merupakan kali pertama ABM Enteprise hadir sebagai promotor untuk tiga tahun ke depan sebagai operator event yang menghadirkan 13 kelas balapan ini.
Kesan pertama yang manis dinilai sudah diberikan oleh ABM yang mampu menyelenggarakan balapan dengan baik sedari seri pertama pada Maret lalu. Kehadiran ABM mampu memberi warna tersendiri bagi balapan ISSOM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedisiplinan para pembalap semakin bagus dan tata tertib semua sudah ada aturannya, bagi pembalap, media dan pengunjung sudah ada ID nya masing-masing, tidak bisa asal selonong," sambungnya.
Hal senada diungkapkan oleh pembalap Forza Auto One Racing Team, Hendy Prabowo, yang menilai penyelenggaraan ISSOM pada tahun ini sangat semarak dan ramai, sebab animo pembalap makin bertambah untuk ikut serta dalam berbagai kelas yang digelar.
"Sehingga dengan banyaknya peserta, kompetisi menjadi semakin terasa,β ujar Hendy.
Hendy. yang telah mengikuti ISSOM selama 4 tahun ini, juga merasa dengan adanya operator balapan baru, banyak hal positif yang dirasakan olehnya. Salah satunya adalah peraturan yang jauh lebih ketat sehingga balapan juga dapat terlaksana dengan lebih rapih.
Sementara itu, pebalap dari tim DβSpec Motorsport, Andre Dumais, menyebutkan bahwa ISSOM terlaksana dengan baik, dan lebih rapi dalam pengelolaannya dibandingkan sebelumnya.
"Jadi kita juga dari pembalap lebih nyaman karena lebih rapih dan teratur dan semoga akan tetap bertahan seperti ini seterusnya," harapnya.
Dari segi peserta pun, Andre menilai animo masyarakat dan kalangan muda untuk berpartisipasi dalam gelaran ISSOM pun cukup tinggi.
"Memang dibutuhkan suatu wadah buat mereka, dan ISSOM ini telah menjadi wadah bagi bibit-bibit pembalap muda Indonesia, jadi dari sisi edukasi bagi pembalap muda dalam ISSOM ini saya lihat jenjang nya sudah ada, dan pembalap lama harus menjadi contoh supaya mereka mencetak prestasi," tandasnya.
(mrp/mrp)











































