Setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018 pada September 2014 lalu, -- menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri karena krisis ekonomi-- persiapan Indonesia memang cenderung lambat.
Palembang baru mengebut pembangunan wisma atlet, sementara jalan dari bandara menuju kompleks Stadion Jakabaring masih gelap. Persiapan di Jakarta lebih parah. Venue yang dibutuhkan belum tersentuh, juga wisma atlet dan fasilitas transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, OCA masih optimistis Indonesia bisa menggelar Asian Games 2018. Haider mengatakan, pihaknya akan terus mengawal timeline yang dijanjikan pemerintah Indonesia.
"Tidak ada keraguan. Indonesia bisa melaksanakan tugas sebagai tuan rumah Asian Games. Kami akan melakukan komunikasi intensif sampai Januari mendatang. Kami juga akan mengawal timeline (pembangunan) yang dimulai Januari 2016," ungkapnya.
Haider juga menampik kabar pemindahan lokasi penyelenggaraan Asian Games ke China, jika Indonesia tak mampu memperlihatkan kemajuan persiapannya.
"Tidak ada pemindahan tempat. Kami hanya bicara Indonesia saat ini. Kami akan bekerja sama. Terpenting dan yang paling utama adalah masterplan dulu karena mengandung timeline. Jadi pertama-tama masterplan haruslah dapat diterima. Kalau semua berjalan lebih baik kenapa tidak?" pungkasnya.
(mcy/mfi)










































