Pekerjaan-pekerjaan Rumah KONI untuk Dituntaskan Tono Suratman

Pekerjaan-pekerjaan Rumah KONI untuk Dituntaskan Tono Suratman

Mercy Raya - Sport
Selasa, 01 Des 2015 16:30 WIB
Pekerjaan-pekerjaan Rumah KONI untuk Dituntaskan Tono Suratman
detikSport/Mercy Raya
Jakarta -

Kembali terpilih sebagai Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman dihadapkan banyak tugas. Di periode kepengurusan yang baru dia sudah ada Olimpiade 2016, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018 yang menunggu di depan mata.

"Pekerjaan ke depan memang berat tapi bisa dikerjakan jika dilakukan bersama-sama dengan pemerintah dan stakeholder olahraga lainnya," kata Tono Suratman, di Kantor KONI Senayan, Selasa (1/12/2015).

Tono, yang juga merupakan Ketua Dewan Pelaksana Prima, mengatakan saat ini dirinya akan melanjutkan program-program yang sudah ia buat sebelumnya. Tinggal bagaimana kreativitas dari Satlak Prima dan dukungan pemerintah untuk menjalankan program tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti diketahui program tanpa anggaran juga tak akan bisa, begitu sebaliknya. Anggaran ini penting karena menjadi bagian dari prestasi yang akan dicapai. Makanya saya berharap ke depan pencairan anggaran jangan seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran kalau bisa di awal tahun. Selama ini selalu di akhir tahun sehingga PB/PP tidak bisa berbuat banyak karena tidak punya dana talangan. Kalau dana talangan itu ada mungkin bisa langsung bekerja," ungkap Tono.

Soal sponsor, Tono menyebut kalau selama ini banyak sponsor yang ingin membantu tapi terhambat karena tidak ada dukungan kebijakan dari pemerintah.

"Semestinya pemerintah membuat kebijakan bahwa mereka bisa beri dukungan ke PB-PB melalui KONI. Selama ini persoalannya apakah swasta diberi kemudahan, sepert pajaknya dikurangi. Ini kan aturan yang mesti dibuat pemerintah," imbuhnya.

Kendati begitu, Tono mengakui jika setahun terakhir ini sudah mulai ada perbaikan dan peningkatan. "Anggaran, sudah mulai tersalur ke prima, peralatan juga cepat. Kesimpulannnya bawah komunikasi lebih disinergikan. Jangan kaku, atau terlalu birokratis tapi tidak dengan menyalahi aturan," ucapnya.

Sementara itu, pengamat olahraga nasional dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Olahraga Institut Teknologi Bandung (ITB), Tommy Apriantono, mengatakan Tono harus menjalin kerjasama yang baik dengan organisasi yang lain demi menunjang prestasi atlet. Itu terkait dengan adanya kepengurusan KOI dan Satlak Prima yang baru.

"Yang pertama saya tentu selamat dulu dengan Pak Tono untuk periode keduanya. Selanjutnya, tentu saya berharap KONI, KOI, dan Satlak Prima bisa lebih sinergis. Karena yang saya khawatirkan Satlak Prima ini kan bukannya gengnya pak Tono karena mereka berharapnya pak Suwarno. Tapi akhirnya Pak Sutjipto, jadi mudah-mudahan itu tak menjadi kendala," kata Tommy.

"Ketiga, tentu pemimpin-pemimpin ini harus bekerjasama untuk menyukseskan Asian Games, Olimpiade, dan SEA Games. Mereka harus saling bersinergi dan menjalankan sesuai fungsinya masing-masing. Artinya KONI itu ya pembinaan daerah, usia dini, termasuk juga PON, mempersiapkan PON dengan membuat membuat aturan PON yang jelas supaya tidak terjadi pindah-pindah daerah. Itu kan sekarang kenapa marak pembajakan. Misalnya, atlet sprinter banyak datang NTB. Tetapi ketika turun di PON, dia akan memperkuat daerah lain. Ini yang harus dibenahi KONI," pungkasnya.

(mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads