Walaupun di kejuaraan tersebut lifter Indonesia tidak meraih medali, tapi pencapaian mereka sudah memenuhi syarat untuk tampil di Olimpiade tahun depan.
Di kelompok putra, lifter putra Indonesia menempati peringkat 7-12 dan berhak mendapatkan lima kuota, dengan raihan 86 poin. Penampil terbaik adalah Eko Yuli yang menempati peringkat enam di kelas 62 kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk putra sebenarnya ada penurunan 20 poin dibandingkan dengan hasil di Almatty. Namun ini terjadi karena banyaknya peserta yang datang. Di Almatty itu yang ikut 409 atlet dari 52 negara, sementara di Houston itu ada 609 atlet dari 78 negara. Makanya persaingan itu kemarin ketat dan poin terbagi rata," ujar Hadi Wihardja, Direktur Program Pelatihan Tingkat Tinggi Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), saat ditemui di Gedung KONI Pusat, Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Namun begitu, Hadi mengatakan, lifter Indonesia tidak boleh langsung puas karena pertandingan sesungguhnya adalah di Olimpiade 2016. Berbagai perbaikan pun akan segera dilakukan guna meningkatkan prestasi lifter. Salah satunya soal detail kepelatihan dan program selama training camp.
"Kemarin itu persiapannya sangat kurang. Makanya ke depan evaluasinya adalah recovery-nya harus lebih diperhatikan, program latihan minggu berat dan minggu ringannya mesti sesuai, gizinya juga harus lebih difokuskan lagi. Intinya itu ke tahun depan harus lebih baik," imbuhnya.
Pihak PB PABBSI juga sudah merencanakan untuk melakukan aklimatisasi ke Cape Town, Afrika Selatan, pada akhir Juni 2016. Di sana para lifter juga akan menjalani latihan yang lebih intensif selama kurang lebih sebulan, sebelum berangkat ke Brasil.
Di Olimpiade 2012 London, angkat besi berhasil menyumbang dua medali perak dan perunggu, masing-masing atas nama Triyatno di kelas 69 kg dan Eko di nomor 62 kilogram.
(mcy/a2s)











































