Pesta Olahraga Difabel Se-Asia Tenggara Dimulai Hari Ini

Pesta Olahraga Difabel Se-Asia Tenggara Dimulai Hari Ini

Lucas Aditya - Sport
Kamis, 03 Des 2015 06:30 WIB
Pesta Olahraga Difabel Se-Asia Tenggara Dimulai Hari Ini
detikSport/Lucas Aditya
Singapura -

Ajang ASEAN Para Games 2015 akan mulai berlangsung di Singapura mulai hari ini. Perhelatan ini merupakan pesta olahraga untuk para difabel di negara-negara Asia Tenggara.

Sebanyak 10 dari 11 negara di Asia Tenggara akan berpartisipasi dalam ajang yang akan berlangsung di Singapura pada 3-9 Desember 2015 tersebut. Satu negara, yakni Timor Leste, harus absen karena masih menjalani sanksi. Singapore Indoor Stadium menjadi arena utama untuk menggelar ajang multicabang, yang pembukaannya akan dilangsungkan pada pukul 20.00 malam, Kamis (3/12) ini.

Ada 15 cabang olahraga yang di pertandingkan dalam gelaran ASEAN Para Games yang kedelapan ini. Panahan, atletik, bulutangkis, boccia, catur, football 5-a-side (sepakbola tuna netra), football 7 -a-side (sepakbola untuk penderita gangguan koordinasi otak dan sistem saraf), goalball, angkat berat, berlayar, menembak, renang,tenis meja, bowling, dan wheel-chair basketball, merupakan cabang-cabang yang diperlombakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontingen Indonesia yang berjumlah 190 orang akan turun dalam 11 cabang olahaga yang dipertandingkan. Beberapa cabor yang tidak diikuti Indonesia adalah boccia, footbal 5-a-side, dan wheel chair basketball.

Target untuk ajang ini sudah dipatok, tim 'Merah-Putih' diharapkan bisa membawa sekitar 103-108 medali. Dengan persiapan atlet yang sudah digelar sejak satu tahun lalu, chef de mission kontingen Indonesia, Faisal Abdulah, optimistis target itu bisa dicapai. Dia juga mengungkapkan cabor-cabor andalan untuk meraup emas dalam ajang kali ini.

"Target awal 103-108 emas. Itu bisa diperoleh dari atletik 30-an, renang 30-an, tenis meja, catur. Mudah-mudahan target itu bisa dipenuhi," ungkap Faisal saat ditemui pewarta di kawasan Marina Bay Sand, Singapura.

"Atlet yang ikut di ajang ini disaring dari pekan olahraga difabel nasional, dan sudah melakukan persiapan selama satu tahun. Mereka sudah menjlanani pemusatan latihan sejak Januari. Dari jumlah awal 250 menjadi 190."

"Secara keseluruhan dalam kondisi fit. Suasana secara keseluruhan menyenangkan. Ada beberapa kendala non teknis, karena Singapura yang begitu ketat dan efek bom Prancis, ada sekitar 20 atlet yang diperiksa secara mendalam. Ada alat yang dipakai untuk cabor menembak langsung diamankan polisi untuk langsung dibawa ke venue pertandingan," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga Bidang Pembudayaan Olahraga itu.

Jika mengingat edisi ASEAN Para Games sebelumnya yang berlangsung di Myanmar, target itu boleh dibilang realistis. Indonesia menjadi juara umum dengan raihan 99 medali emas saat berlaga di sana.

Pada hari pertama, Indonesia hanya akan memainkan satu cabang olahraga saja, yakni football 7-a-side. Indonesia akan berhadapan dengan tuan rumah, Singapura, pukul 9.30 waktu setempat, di National Stadium. Di cabang ini, tim lain yang berada satu grup dengan Indonesia adalah Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Cabor ini menggunakan sistem setengah kompetisi.



(cas/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads