Mengenal Cerebral Palsy Football, Sepakbola untuk Penyandang Gangguan Saraf

ASEAN Para Games 2015

Mengenal Cerebral Palsy Football, Sepakbola untuk Penyandang Gangguan Saraf

Lucas Aditya - Sport
Kamis, 03 Des 2015 23:12 WIB
Mengenal Cerebral Palsy Football, Sepakbola untuk Penyandang Gangguan Saraf
Singapura -

Cerebral Palsy (CP) Football menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di ASEAN Para Games 2015. Cabang olahraga sepakbola untuk penyandang gangguan saraf itu berbeda dengan sepakbola konvensional.

Beberapa aturannya disesuaikan dengan kondisi fisik para atlet, salah satu yang paling simpel adalah cara melakukan lemparan ke dalam. Pemain diberi kelonggaran dalam melakukan lemparan, asal tidak dilakukan dari bawah seperti melempar bola bowling. Andai mampu melempar dengan dua tangan seperti cara konvensional, maka tentu sah-sah saja.

Satu lagi yang kasat mata adalah ukuran lapangan dan jumlah pemain. Laga sepakbola CP hanya mempertemukan dua tim dengan laga tujuh lawan tujuh. Luas lapangan mempunyai ukuran dengan panjang 70-75 meter dan sisi lebar 55-50 meter, dengan ukuran gawang sebesar 5x2 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan lain adalah tak ada aturan offside dalam pertandingan CP yang berlangsung selama 2x60 menit itu. Selebihnya, tak ada perbedaan dengan peraturan sepakbola konvensional.



Agar seseorang diperbolehkan bermain di CP, mereka harus memenuhi beberapa kriteria. Yang pertama, pesepakbola dengan kategori C5. Itu merupakan atlet dengan kesulitan untuk berjalan dan berlari, tapi tidak saat berdiri maupun saat menendang bola.

Sementara atlet dengan kondisi C6 merupakan yang mempunyai masalah kontrol dan koordinasi pada tungkai atas mereka terutama saat berlari. Atlet yang masuk dalam kategori C7, adalah atlet yang mengalami kelumpuhan pada setengah badannya. Yang terakhir, atlet dengan kategori C8 merupakan atlet yang masuk dalam tingkat gangguan paling minimal.

"Di football 7-a-side itu dari tujuh pemain wajib CP 5 atau 6. CP 8 wajib satu. Lainnya bebas," ungkap pelatih CP timnas Indonesia, Fadillah Umar saat berbincang dengan detikSport.

"Saya juga baru mempelajari, saya buta informasi hanya download dari web."

"Permainan ini merupakan cabang untuk gangguan saraf. Kami mempunyai satu pemain yang kakinya normal, tangannya normal, tapi saraf pusatnya yang kena. Dia mempunyai masalah di keseimbangan," ujar pria yang memiliki lisensi D kepelatihan itu.

(cas/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads