Penunjukkan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018 memunculkan kebanggaan dan kewaspadaan pada saat bersamaan. Jauh sebelum penyelenggaraan beragam masalah sudah mengadang. Lampu kuning dinyalakan OCA (Olympic Council of Asia) agar Indonesia bergerak cepat.
Indonesia sebenarnya sudah kalah dalam bidding tuan rumah Asian Games 2018. Mengajukan Kota Surabaya sebagai tuan rumah, Indonesia disingkirkan Vietnam.
Namun negara yang pernah porak-poranda akibat perang itu kemudian mengundurkan diri karena gejolak ekonomi dalam negeri dan tak didukung oleh publiknya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kemudian OCA memutuskan Indonesia menjadi tuan rumah. Setelah menggelar event olahraga terakbar se-Asia untuk kali pertama pada 56 tahun lalu, Indonesia kembali menggelar hajatan istimewa itu.
Tapi sukses terpilih sebagai tuan rumah ternyata tak langsung diiringi dengan kerja cepat dari pemerintah. Tak terlihat pihak-pihak yang berkompeten dalam kegiatan ini bersegara menyiapkan diri.
Keputusan Presiden yang menjadi dasar hukum utama menggelar kegiatan ini baru keluar di April 2015. Tujuh bulan setelah Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pengganti.
Setelah Keputusan Presiden turun, masalah birokrasi dan non teknis lain datang.
Padahal Indonesia butuh kerja besar dan kerja keras untuk menyiapkan diri jadi tuan rumah. Jangan bicara dulu soal prestasi, karena sarana pendukung untuk beragam kegiatan Asian Games masih sangat jauh dari baik.
Tiga venue--kolam renang, velodrome, arena pacuan kuda--, yang dinyatakan harus dirombak total, belum digarap sama sekali. Padahal tiga venue itu menjadi salah satu pekerjaan terbesar yang harus dilakukan - selain renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Wisma atlet di Jakarta belum tersentuh sama sekali. Ini salah satu yang paling mengkhawatirkan. Tanah yang akan dibangun Wisma Atlet dipermasalahkan DPR. DPR menolak rencana hibah lahan tersebut yang adalah milik Sekretaris Negara pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hal-hal yang cukup mendasar seperti rencana induk, masterplan, sampai rencana pembagunan fisik venue kompetisi dan non-kompetisi sangat terlambat digarap. Beragam persiapan tersebut baru selesai dikerjakan setelah Ketua Umum KOI melakukan pertemuan marathon dengan Kemenpora dan Gubernur DKI Jakarta, pekan lalu.
Β
Banyak kekhawatiran sudah muncul mengiringi persiapan yang berjalan sangat lambat. Kekhawatiran yang terbukti beralasan karena OCA memberikan lampu kuning pada Indonesia terkait persiapan pembangunan sarana Asian Games. Lampu kuning itu dikeluarkan OCA saat count down seribu hari menjelang Asian Games yang dihelat beberapa pekan lalu di Palembang.
"Ini sudah bukan garapan daerah atau KOI. KOI kan menunggu pemerintah, pemerintahnya tidak gerak cepat. Ini harus sudah ada perintah drai Istana. Kalau gubernur Jabar, DKI Jakarta, dan Sumatera Selatan kan tinggal tunggu instruksi," kata pengamat olahraga Budiarto Sambazzy.
"Selama istana tidak bergerak memperhatikan persiapan Asian Games maka akan susah. Istana sama sekali belum ada gerakan yang penting untuk dilakukan. Masalah wisma atlet di Kemayoran semestinya harus turun tangan, harus cepat," ucap dia.
Selain itu, Budiarto waswas soal SDM. Sampai saat ini KOI belum mensosialisasikan Asian Games kepada publik.
"Sudah terlalu lama kita tidak menghelat gelaran akbar seperti itu. Single event oke ada beberapa penglamana, ABG juga tapi itu tak sebesar Asian Games," kata dia.
Belum lagi soal infrastruktur dua daerah yang bakal jadi tuan rumah. Utamanya Jakarta. Memang ada pembangunan MRT yang diyakini akan mereduksi kemacetan di Jakarta, tapi itu tak menjamin akan membuat kondisi lalu lintas Jakarta jadi lebih baik.
"Tapi apakah iya habit orang-orang yang bermobil bisa segera pindah ke MRT? Bisakah kemacetan tereduksi? Lagipula, pembangunan fasilitas transportasi kan tidak direncanakan untuk mendukung Asian Games?" ucap dia.
Sekali lagi, dia menyarankan Presiden harus segera bergerak. Persiapan Asian Games bukan kerja Erick Thohir semata ataupun Ahok dan Alex Noerdin. Asian Games adalah hajatan besar Indonesia.
(fem/din)











































