Masterplan dan rencana induk memang menjadi dasar pelaksanaan persiapan Asian Games 2018. Masterplan menjadi syarat mutlak yang diajukan Dewan Olimpiade Asia (OCA) kepada tuan rumah Asian Games. Dengan masterplan itulah OCA bisa mengawasi kinerja Indonesia dalam menyiapkan dan menjalankan Asian Games yang akan dihelat mulai 18 Agustus sampai 2 September 2018.
Idealnya masterplan itu diselesaikan tepat satu bulan setelah Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2015 tentang panitia nasional penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2015 dirilis. Kepres itu tertanggal 30 April 2015. Tapi, masterplan baru diusulkan ke OCA saat bersamaan dengan Regional Meeting OCA dan Olympic Solidarity akhir pekan lalu. Enam bulan sudah Masterplan molor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, rencana induk merupakan terjemahan dari Kepres No 12 tersebut. Rencana induk mencantumkan kerja sama lintas departemen agar mereka tak perlu waswas salah langkah dalam menyiapkan Asian Games itu.
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora yang juga Ketua Pokja Penyempurnaan Masterplan Asian Games 2018, Gatot S. Dewa Broto mengakui keterlambatan rencana induk itu karena ketidaktahuan kemenpora dan KOI.
"Saat penyempurnaan di Sentul, Bogor kemarin kami baru sadar ada satu lagi yang tertinggal yakni Rencana Induk. Karena untuk membuat masterplan ternyata rencana induk ini harus ada terlebih dahulu," kata Gatot.
"Makanya kami mengejar master plan akhir minggu ini harus selesai. Kami tidak ingin menunda, karena dampaknya nanti instruksi presiden tidak akan selesai dan kami akan ditegor OCA," imbuh dia.
Padahal bukan sekali ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games. Indonesia pernah menjadi host ajang serupa di tahun 1962.
(fem/din)











































