Dalam babak final yang berlangsung di OCBC Arena, Singapura, Jumat (4/12/2015) sore waktu setempat, tim 'Merah-Putih' bertanding melawan Malaysia. Tak seperti pada cabang beregu biasanya yang memainkan lima partai, di Para Games cuma dipertandingkan tiga partai dengan komposisi dua partai tunggal dan satu partai ganda.
Di tunggal pertama, Fredy Setiawan turun di menghadapi Bakri Bin Omar. Dia menang dua game langsung dengan skor 21-14 dan 21-16. Saat Fredy bertanding, terdengar teriakan-teriakan dari tribune pemain untuk memberi semangat kepada tunggal andalan itu. Apalagi, dia sedang mengalami sakit pada kakinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia memang pemain andalan, jadi dia harus tetap bermain. Kalau pemain tunggal pertama ini lepas, bisa berpengaruh di pertandingan berikutnya. Untungnya juga, tunggal kedua yang bermain tadi bukan lawan yang biasanya," ujar Chef de Mission Indonesia, Faisal Abdulah.
Seusai bertanding, Fredy yang memegangi kakinya dengan kompresan es mengatakan bahwa kehadiran Imam menjadi penyemangat tersendiri untuk dirinya dan kontingen bulutangkis Indonesia.
"Semangatnya luar biasa, sangat dipaksakan bermain. Sebenarnya saya cedera, saya tidak bermain di nomor single. Syukur bisa menang straight set. Besok masih turun juga di nomor tunggal," ujar Fredy kepada detikSport.
Kemenangan ini mendapatkan apresiasi dari Imam. Dia juga mengungkapkan harapan agar Indonesia bisa mengulang prestasi juara bertahan yang berhasil didapat di ASEAN Para Games Myanmar.
"Ini semua merupakan karya dari niat, ketulusan, latihan, dan keringat, dari para pebulutangkis yang lain. Saya berharap kepada seluruh atlet untuk konsentrasi penuh dan melakukan yang terbaik dengan strategi yang jitu mengatur stamina. Di sinilah waktu yang tepat untuk menunjukkan kemampuan terbaik kita," kata Imam kepada para pewarta seusai pertandingan.
"Inilah salah satu kesempatan untuk pemerintah bahwa tak boleh ada lagi diskriminasi untuk kaum difabel. Indonesia harus memastikan kaum difabel bisa mempunyai tempat yang indah di negeri ini, manusiawi, dan kami pun Kemenpora memberikan kebijakan besar dengan memberikan bonus yang sama dengan atlet lain. Semoga kita bisa mewujudkan target juara bertahan," imbuhnya.
(cas/mfi)











































