Dokter tim nasional Indonesia, I Nyoman Winata, bercerita sedikit mengenai tugasnya di ASEAN Para Games 2015. Dia mengaku tak mempunyai hambatan menangani atlet dengan kebutuhan khusus.
Winata langsung menghampiri pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Fredy Setiawan, begitu pertandingan pertama cabang olahraga bulutangis beregu putra. Setelah melakoni pertandingan yang melelahkan melawan Bakri Bin Omar dengan skor akhir 21-14 dan 21-16, Jumat (4/12/2015) malam, Fredy yang melakoni laga dengan kondisi cedera harus segera mendapatkan perawatan.
Winata pun langsung sigap memberikan pertolongan. Setelah berbincang sesaat dengan Fredy, dia lalu menghampiri petugas medis di OCBC Arena untuk mencari peralatan yang dibutuhkan untuk menjalani perawatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya sama saja penanganannya, saya kira penyakit-penyakit itu semua sama saja. Cuma, kami memang jarang terlibat saja (di ajang Para Games)," ungkap Winata.
"Kadang-kadang para atlet itu lebih tahan, kadang ada juga yang sedikit nyeri minta perawatan. Ada banyak karakter di sini," imbuhnya.
Lebih lanjut, Winata juga bilang bahwa nyaris tak mengalami kendala yang berarti saat menangani atlet berkebutuhan khusus.
"Sebenarnya tidak ada yang susah. Kalau hambatan yang susah berkomunikasi ada, ya, diterjemahkan oleh temannya," ujar Winata.
(cas/roz)










































