Pemerintah Dinilai Sudah Beri Perhatian Lebih untuk Atlet Difabel

ASEAN Para Games

Pemerintah Dinilai Sudah Beri Perhatian Lebih untuk Atlet Difabel

Lucas Aditya - Sport
Sabtu, 05 Des 2015 22:41 WIB
Pemerintah Dinilai Sudah Beri Perhatian Lebih untuk Atlet Difabel
detikSport/Lucas Aditya
Singapura - Semangat membara ditunjukkan oleh para atlet difabel yang bertanding di ajang ASEAN Para Games 2015. Mereka mengaku bahwa pemerintah kini sudah memberikan perhatian lebih untuk para atlet difabel.

Manajer tim atletik, Waluyo, mengungkapkan bahwa hal itu berubah sejak ASEAN Para Games di Solo pada tahun 2011.

"Setelah event itu, National Paralympic Comittee (NPC) tak lagi harus di bawah KONI. Sehingga kami bisa memberi usulan langsung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga," kata Waluyo saat berbincang dengan pewarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu semasa masih di bawah KONI, paling banyak cuma ada 30 orang kontingen untuk ajang ASEAN Para Games, karena dananya mereka yang mengatur," imbuh pria yang juga dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Sebelas Maret, Surakarta, itu.

Untuk sekarang ini, kontingen Indonesia berjumlah 190 orang. Dengan kontingen yang besar, Indonesia berhasil membuktikan diri dengan meraih gelar juara umum di Myanmar dua tahun lalu.

Hal yang sama juga diucapkan oleh manajer tim para tenis meja, Rima Ferdianto. Dia menyoroti soal pengadaan alat.

"Dulu itu, kalau kami mengajukan pengadaan peralatan, dari 100 persen bisa terpenuhi 60-70 persen saja usah bagus. Sekarang bisa terpenuhi semuanya, bahkan berlebih bisa 200 persen. Sebagai contoh, bet. Kami mengajukan yang seharga Rp 1,5 juta, tapi malah diberi yang Rp 4,5 juta. Titik balik ini ada di ASEAN Para Games Myanmar," kata Rima.

Sementara untuk pelatnas yang berjalan selama satu tahun, atlet lempar lembing, Yohanis Bili, juga mengaku mendapatkan uang saku lebih besar.

"Selama setahun, kami mendapatkan uang saku Rp 5 juta setiap bulan. Jadi, cukup lumayan," ucap Yohanis.

Dalam pernyataannya kemarin, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memang menegaskan bahwa pemerintah sudah tak lagi membedakan atlet paralympic dengan event lain.

"Tak boleh lagi ada diskriminasi. Untuk bonus saya berjanji akan seperti atlet event lainnya, untuk medali emas Rp 200 juta," ucapnya kepada pewarta.

(cas/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads