Pernyataan itu merespons permintaan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani yang sebelumnya menginginkan panitia penyelenggara segera menyempurnakan masterplan dan rencana induk, dan memberi batas waktu sampai akhir Desember mendatang.
"Memang ada arahan dari Ibu Menko (Puan Maharani) agar lebih disempurnakan, seperti pengisian data teknis saja misalnya untuk venue-venue kapasitas dan lain sebagainya, karena saat paparan saya tidak menjelaskan detil. Kami janji hari Jumat ini selesai semua,β kata Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot, yang juga kepala komunikasi publik kementerian pemuda dan olahraga, menjanjikan masterplan yang sudah disempurnakan itu kelar pekan ini juga karena juga akan menjadi dasar terbitnya Intruksi Presiden (Inpres) yang membagi tugas secara proposional terhadap Kementerian/Lembaga yang terlibat dalam proses persiapan dan penyelenggaraan Asian Games 2018.
"Apapun kualitasnya harus tuntas Jumat ini. Karena kalau mundur lagi, pasti kurang ini, kurang itu. Tapi ibarat buku sebenarnya masterplan ini sudah jadi," sebutnya.
Pun begitu, jika Inpres sudah terbit nanti Gatot menyebut masih terbuka peluang untuk mengubah isi masterplan. Ia berkaca pada penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang, dan Asian Games 2010 di Guangzhou, China.
"Yang namanya masterplan bisa bergerak. Tapi at least secara subtansi tidak akan berubah banyak, ini supaya OCA punya gambaran saja," ucapnya.
(mcy/krs)











































