Kans kontingen Indonesia untuk mempertahankan gelar di ajang ASEAN Para Games 2015 sudah tertutup. Meski masih ada empat cabang yang dipertandingkan, Indonesia cuma ikut di satu cabang.
Di klasemen daftar perolehan medali, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan raihan 79 emas, 70 perak, dan 61 perunggu. Raihan itu berjarak lima emas dari Thailand.
Hari ini, Rabu (9/12/2015), masih ada empat cabang lagi yang bisa menyumbang medali, yakni atletik, boccia, sepakbola cerebral palsy, dan goal ball. Dari semua cabang itu, Thailand berpotensi menambah emas lewat boccia dan sepakbola cerebral palsy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa cabang olahraga dipertandingan besok (Rabu ini, red), tapi kita tidak ikut. Thailand masuk final di cabang itu. Secara matematis tipis (untuk juara umum)," kata Chef de Mission kontingen Indonesia, Faisal Abdulah.
"Di ASEAN Para Games ini, sebenarnya ada 190 atlet yang berangkat, tapi 10 di antaranya tak bisa bertanding karena tak lolos kualifikasi."
"Beberapa cabang seperti catur, bowling, dan menembak tak bisa mencapai target. Sebagai Chef de Mission, saya meminta maaf tak bisa mewujudkan ambisi juara umum."
"Tapi, dengan jumlah kontingen yang lebih sedikit dari Thailand, perjuangan anak-anak sudah luar biasa. Kita sudah merasa juara umum," kata Faisal.
Perolehan Medali Sementara ASEAN Para Games 2015 hingga, Rabu (8/12), pukul 08.15 waktu Singapura:
Peringkat-Negara-Emas-Perak-Perunggu
1. Thailand 84-71-77
2. Indonesia 79-70-61
3. Malaysia 49-53-36
4. Vietnam 47-58-47
5. Singapura 24-16-21
6. Myanmar 16-16-28
7. Filipina 15-17-25
8. Brunei 3-3-4
9. Kamboja 1-2-5
10. Laos 0-1-3
(cas/roz)











































