Daud terakhir kali bertanding di Surabaya melawan Maxwell Awuku pada awal Juni 2015. Bertarung di Surabaya ketika itu, Daud meraih kemenangan unanimous decision dan berhak atas sabuk juara dunia kelas ringan WBO Asia Pasifik dan WBO Afrika.
Setelahnya Daud sempat dijadwalkan kembali naik ring menghadapi petinju Australia, Josh King, di Bali 8 November namun kemudian batal. Petinju asal Kalimantan Utara itu kemudian dijadwalkan akan bertanding di London pada awal Desember, sekali lagi duel tersebut urung terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan nanti sangat besar artinya bagi saya. Karena ini menyangkut karir saya ke depannya, maka dalam hal ini tidak ada kata kalah untuk saya," kata Daud, di kawasan Senayan, Senin (14/12/2015).
Beragam persiapan sudah dilakukan Daud demi memuluskan jalan menuju kemenangan nanti. Dimulai dengan melakukan latihan beberapa bulan di Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat, hingga melakukan program latihan di Bali, yang dimulai pada esok hari bersama pelatih barunya, Craig Christian.
"Memang, setelah pertandingan Juni lalu saya masih di sasana yang lama. Latihan fisik dan teknik, serta melakukan sparing partner dengan junior saya. Sekarang untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya persiapkan sebelumnya, tentu saya harus pergi ke Bali untuk mencari startegi dan menseriusi latihan saya bersama Craig," ungkapnya.
Bagi Daud, menang mutlak sudah menjadi targetnya saat menghadapi Kato nanti. Dau memprediksikan Kato tidak akan memberi perlawanan sesulit Awuku.
βDari pandangangan saya, lebih susah menghadapi pertarungan sebelumnya karena dia (Awuku) adalah tipikal petinju yang suka lari-lari. Kalau lawan saya nanti (Kato) lebih fight. Memang itu yang saya inginkan,β katanya.
βProgram ini sudah dibuat oleh Mahkota Promotion untuk saya. Jadi saya harus mempersiapkan diri dan kemenangan mutlak harus saya raih,β pungkasnya menyoal target.
(mcy/din)











































