Chef de Mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari , bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mulai mendata nama-nama atlet dan ofisial cabang olahraga proyeksi untuk keperluan akreditasi event di Rio de Janeiro, Brasil, itu.
Pendataan dilakukan melalui surat resmi dari KOI yang dikirim Senin (21/12/2015) kepada 10 cabang proyeksi Olimpiade, yaitu bulutangkis, panahan, balap sepeda, atletik, renang, judo, rowing, taekwondo, voli pantai, dan angkat besi.
"Surat ini sebenarnya sebagai tindak lanjut dari hasil rapat kami (CdM dan KOI) dengan para (pengurus) cabor Olimpiade pada Jumat lalu. Di dalamnya kami tulis lebih terperinci, misalnya kebutuhan apa yang diperlukan terkait dana pribadi para atlet, sama penunjangnya, fotocopy paspor, program, hingga nama atlet, pelatih, juga ofisial pendukungnya," kata Okto, Senin (21/12).
Okto tak ingin pada saat entry by name, Indonesia kelabakan mencari data atlet, padahal waktu juga sudah mepet. Untuk itu, dengan waktu yang masih menyisakan lebih dari setengah tahun bisa dimanfaatkan cabor untuk mendata atletnya.
"Seperti angkat besi 'kan sebenarnya kuota yang lolos itu tujuh: 5 putra, 2 putri. Tapi kami meminta dilebihkan 10 putra dan empat putri, karena memang entry by name-nya belum, baru entry by number saja."
Ia pun mengimbau kepada pengurus besar/pengurus pusat cabang olahraga untuk memberikan balasan kurang lebih tujuh hari kerja atau sebelum awal tahun 2016. Di samping ia juga berharap dengan data yang masuk lebih cepat, CdM dan KOI tidak perlu mendata kembali. Sebaliknya tinggal divalidkan saja pada saat entry by name 24 Juli 2016.
"Artinya, dengan data cabor ini kita sudah punya perkiraan dan memang mekanismenya seperti itu karena waktunya terbatas dan makin mepet. Jadi jangan sampai batas akhir penerimaan entry by name itu kita datanya tidak punya," pungkasnya.
Penyelenggara Olimpiade 2016 telah membuat kebijakan tertentu terkait jumlah kontingen sebuah negara. Jumlah ofisial yang bisa mendapatkan akreditasi resmi maksimal setengah dari jumlah atlet yang dikirim. [Baca juga: Indonesia Akan Bentuk Posko di Brasil untuk Mendukung Kebutuhan Atlet Olimpiade]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































