Hasil buruk Indonesia pada SEA Games 2015 di Singapura mendorong Menpora Imam Nahrawi berbenah. Salah satunya mengganti jajaran Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) dengan menunjuk Achmad Sutjipto sebagai ketua baru.
Melalui seleksi dengan fit and proper test, Menpora memilih pengurus Satlak Prima. Sutjipto yang juga menjabat sebagai ketua PB PODSI terpilih sebagai ketua. Dia menggantikan Soewarno.
Sutjipto dibantu empat pengurus lain yang juga terpilih lewat fit and proper test, yaitu Anton Subowo (wakil ketua I bidang staf), Sadik Al Ghadri (wakil ketua II bidang tanding), Taufik Hidayat (wakil ketua III bidang permainan), Lukman Niode (wakil ketua IV bidang lomba).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Menpora melihat perlunya para pengelola olahraga yang kredibel dalam menyiapkan atlet nasional menghadapi Asian Games dan Olimpiade. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
βSaya berharap pengurus Satlak PRIMA yang baru bisa mengangkat prestasi olahraga nasional, termasuk mengembalikan tradisi emas Olimpiade,β ujar Menpora dalam rilisnya.
Menyadari bahwa tugas Satlak PRIMA tidak ringan, Menpora berharap seluruh pemangku kepentingan seperti Kementerian dan Lembaga Negara terkait, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat mendukung Program Indonesia Emas menghasilkan atlet-atlet berprestasi.
"Saya juga akan terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk membina cabang olahraga potensi di daeraah masing-masing sebagai cabang unggulan menuju pentas nasional dan internasional,β imbuh politisi PKB itu.Β
(mrp/fem)











































