Mengembalikan tradisi emas Olimpiade menjadi tugas besar Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun depan. Sejauh ini, Indonesia meloloskan 22 atet dari 33 yang ditargetkan.
Para atlet elite menuju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu digodok dalam Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) bentukan pemerintah. Nah, agar pemerintah tak salah langkah komunikasi dengan Komite Olimpaide Indonesia (KOI) terus dilakukan.
Utamanya, terkait persiapan strategi menghadapi berbagai pertandingan yang merupakan babak kualifikasi menuju Olimpiade yang sudah berlangsung sejak 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gambaran pada Olimpiade 2012, Indonesia menempatkan 22 atlet. Kini, pemerintah memproyeksikan bisa meloloskan 33 atlet.
Hingga akhir 2015, tercatat sudah 10 atlet yang memastikan diri lolos ke Olimpiade 2016. Yaitu, Maria Londa dari atletik, Riau Ega dan Ika Yuliana dari cabang panahan dan tujuh lifter angkat besi.
Peluang menambah jumlah atlet masih terbuka lebar karena proses kualifikasi masih terus berjalan. Untuk cabang olahraga bulu tangkis yang menjadi langganan dan andalan Indonesia misalnya, proses kualifikasi masih berjalan hingga pertengahan 2016.
Ketua Satlak Prima Ahmad Sutjipto juga optimistis target jumlah atlet yang lolos ke Olimpiade tersebut akan tercapai.
Selain menyiapkan langkah meloloskan lebih banyak atlet ke Olimpiade, Kemenpora, Satlak Prima dan KOI yang dipimpin Erick Thohir, juga terus berkoordinasi menyiapkan sarana dan prasarana mendukung kontingen melalui Chef de Mission (CDM) Olimpiade yang sudah ditunjuk, Raja Sapta Oktohari.
Segala persiapan dan sinergi antar stakeholder ini dibangun demi memenuhi harapan masyarakat agar tradisi emas Olimpiade hidup lagi dan olahraga nasional kembali berjaya.
(mrp/fem)











































