Di masa Orde Baru pernah dikenal istilah "mengolahragakan masyarakat dan memasyaratkan olahraga". Kesadaran masyarakat untuk berolahraga memang harus terus dipelihara.
Sebab β kata pepatah kunoβ "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat" (mens sana in corpore sano). Dengan kata lain, berolahraga tak cuma menyehatkan raga tapi juga menyehatkan jiwa.
"Dulu waktu saya kecil, aktivitas olahraga lebih rileks, sederhana, dan murah meriah. Dulu orang lebih sadar sendiri untuk berolahraga. Sekarang terkadang masyarakat harus disadarkan dulu," tutur mantan pesepakbola timnas Indonesia, Rochy Putirai, di sela-sela event "Ayo Olahraga" yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jln. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/12/2015) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanggapan positif tentang gerakan #AyoOlahraga ini juga diamini oleh Aris Indarto, yang juga eks pesepakbola. Ia berharap, kegiatan-kegiatan olahraga yang sifatnya massal, yang melibatkan lebih besar partisipasi masyarakat, bisa diperbanyak.
"Apalagi sekarang 'kan olahraga juga makin banyak, lebih variatif. Jadi, masyarakat punya lebih banyak pilihan untuk menentukan olahraga mana yang mereka sukai. Bukan tidak mungkin, dari kesadaran berolahraga inilah akan ditemukan bibit-bibit atlet yang bagus di masa depan," ucap Aris, yang antara lain pernah bermain untuk klub Persija Jakarta, Persik Kediri, dan PSIS Semarang.
Baca juga: Warga Solo Antusias Ikuti Gerakan Ayo Olahraga
Kampanye #AyoOlahraga ini sendiri akan digencarkan oleh Kemenpora khususnya mulai 2016. Kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 menjadi momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.
"Ayo Olahraga adalah kampanye untuk mengingatkan bahwa akses untuk olahraga merupakan hal seluruh anggota masyarakat, dan bukan hanya untuk atlet," tutur Staf Khusus Bidang Pembudayaan Olahraga, M. Khusen Yusuf.
"Asian Games yang berlangsung pada 2018 nanti jangan sampai terhenti ketika tamu dari negara-negara lain pulang, tapi harus mewariskan semangat olahraga kepada masyarakat. Inilah jiwa dari Ayo Olahraga," tambah dia.
Selain itu, ajang #AyoOlahraga juga ingin dimaksudkan untuk mengajak masyarakat untuk meninggalkan berbagai alasan dan memulai langkah pertama berolahraga.
"Kurang lebih 1.500 orang mengikuti acara yang berlangsung sesuai rencana ini. Semangat yang ingin kami tularkan kepada berbagai kalangan masyarakat Solo pun tersampaikan. Kami harap gerakan #AyoOlahraga ini akan menjadi model ajang partisipasi masyarakat dalam bidang olahraga di kota-kota lain," sahut Koordinator gerakan #AyoOlahraga pertama dari Kemenpora, Andreas Marbun.
(a2s/rin)











































