Djokovic dan Serena Kuasai Wimbledon, Jules Bianchi Tutup Usia

Kaleidoskop Olahraga (Juli)

Djokovic dan Serena Kuasai Wimbledon, Jules Bianchi Tutup Usia

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Rabu, 30 Des 2015 19:40 WIB
Djokovic dan Serena Kuasai Wimbledon, Jules Bianchi Tutup Usia
Thomas Lovelock - AELTC Pool/Getty Images
Jakarta - Novak Djokovic dan Serena Williams menandai bulan Juli 2015 dengan trofi Grand Slam Wimbledon. Pada bulan yang sama, pebalap Formula 1 Jules Bianchi tutup usia setelah lama koma.

Djokovic menjuarai nomor tunggal putra Wimbledon setelah mengalahkan rival beratnya, Roger Federer. Dalam pertarungan sepanjang empat set, petenis nomor satu dunia itu menang 7–6, 6–7, 6–4, 6–3. Kemenangan Djokovic atas Federer ini merupakan ulangan final Wimbledon tahun lalu. Bagi Djokovic, ini adalah gelar ketiganya di Wimbledon sekaligus gelar Grand Slam kesembilan dalam kariernya.

Di nomor tunggal putri, Serena mengangkat trofi juara usai menang atas petenis Spanyol, Garbine Muguruza, dua set langsung 6–4, 6–4. Dengan kesuksesan tersebut, Serena pun berhasil mewujudkan 'Serena Slam' atau empat titel grand slam beruntun, meski tidak di satu musim. Sebelumnya, dia berjaya di Amerika Serikat Terbuka 2014, Australia Terbuka 2015, dan Prancis Terbuka 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini adalah kali kedua Serena menorehkan 'Serena Slam'. Sebelumnya, petenis asal Amerika Serikat itu juga mencatatkan prestasi yang sama pada 2002-2003 (Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka 2002, serta Australia Terbuka 2003).

Dunia F1 berduka pada tahun ini dengan meninggalnya Bianchi pada 17 Juli 2015. Bianchi mengembuskan napas terakhirnya setelah sembilan bulan berada dalam keadaan koma. Dia tak sadarkan diri usai mengalami kecelakaan dahsyat di GP Jepang 2014. Saat itu, mobil Marussia yang dikemudikannya menabrak crane di pinggir lintasan dalam kecepatan 126 km/jam.

Meninggalnya Bianchi menjadi kasus tewas pertama di balapan F1 setelah sekitar 21 tahun. Pebalap terakhir yang jadi korban jiwa di ajang ini adalah Ayrton Senna. Sebagai bentuk penghormatan pada Bianchi, F1 tidak akan lagi mengeluarkan nomor 17 untuk mobil-mobil yang turun membalap. Nomor tersebut adalah yang dipakai Bianchi di tim Marussia.

Masih dari arena F1, pebalap Mercedes Lewis Hamilton memenangi balapan GP Inggris setelah finis di depan rekan setimnya, Nico Rosberg. Di GP Hongaria, Sebastian Vettel bersama Ferrari memenangi lomba dengan mengungguli dua pebalap Red Bull, Daniil Kvyat dan Daniel Ricciardo. Hasil ini membuat Vettel menyamai jumlah kemenangan Senna di F1 (41 kemenangan).



Cuma ada satu seri MotoGP di sepanjang bulan Juli, yakni MotoGP Jerman. Seri ini dimenangi oleh pebalap Honda, Marc Marquez. Buat Marquez, ini merupakan kemenangan kedua musim ini setelah sebelumnya menjadi pemenang di MotoGP Amerika Serikat. Kesuksesan di Sachsenring juga membuat Marquez melanjutkan kesuksesan di Jerman. Sebelumnya, pada 2013 dan 2014, dia juga menang di sirkuit tersebut.

Pebalap Indonesia yang berkompetisi di GP2, Rio Haryanto, meraih hasil-hasil positif pada bulan Juli. Rio finis terdepan dalam sprint race di Silverstone. Ini merupakan kemenangan ketiga Rio di GP2 musim 2015. Sementara itu, di Hongaria Rio finis keempat di feature race dan kelima di sprint race.

Dari dunia bulutangkis, Indonesia meraih satu gelar di Taiwan Terbuka GP Gold lewat ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Greysia/Nitya juara usai menundukkan Luo Ying/Luo Yu (China) di final. Keberhasilan ini membuat Greysia/Nitya mempertahankan gelar di ajang tersebut.

Dunia tinju diwarnai dengan pencabutan gelar juara kelas welter milik Floyd Mayweather Jr oleh WBO. Mayweather memenangi gelar tersebut setelah menang angka atas Manny Pacquiao pada bulan Mei.

Soal alasan pencabutan gelar, WBO menyebut kalau petinju Amerika Serikat itu tidak mengikuti aturan yang mereka punya. WBO memiliki ketentuan kalau petinju yang memiliki beberapa gelar juara dunia dari kelas berbeda harus melepas gelar juara dunia lain yang dipunya, itu dilakukan demi memberi mendorong petinju lain memperebutkan titel tersebut. Sebagai catatan, Mayweather saat itu masih memegang sabuk juara WBA dan WBC kelas menengah junior.

(mfi/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads