Ramai-ramai di Balapan Pamungkas MotoGP 2015

Kaleidoskop Olahraga 2015 (November)

Ramai-ramai di Balapan Pamungkas MotoGP 2015

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 31 Des 2015 18:59 WIB
Ramai-ramai di Balapan Pamungkas MotoGP 2015
Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Pada bulan November, MotoGP 2015 mencapai klimaksnya. Olahraga lain non-sepakbola pun punya kisahnya masing-masing di bulan nomor dua dari terakhir tersebut.

MotoGP Valencia dilangsungkan pada 8 November, mengetengahkan puncak persaingan dua rider Movistar Yamaha: Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Setelah adu kencang di 17 seri terakhir, yang belakangan diramaikan kontroversi, Lorenzo akhirnya memastikan diri jadi kampiun 2015 berkat kemenangan di Valencia.

Akan tetapi, kontroversi tak berhenti begitu saja. Rossi, yang sebelumnya terlibat polemik dengan Marc Marquez, kembali menuding rider Repsol Honda itu sudah memuluskan jalan Lorenzo ke takhta juara salah satunya dengan sengaja memainkan laju dan tidak tancap gas sepenuhnya di Sirkuit Ricardo Tormo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang bulan November selepas balapan pamungkas tersebut, dunia MotoGP terus saja diramaikan pemberitaan seputar Rossi, Lorenzo, dan Marquez. Bahkan sampai ada dugaan kalau apa yang sudah terjadi di lintasan dapat membuat salah satunya hengkang dari Yamaha, atau kalaupun masih bernaung di tempat yang sama akan ada tembok pembatas di antara Rossi dan Lorenzo sebagaimana yang juga pernah terjadi dulu.

Pun demikian, Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis menegaskan kalau garasi mereka tak akan terbelah dua di musim depan. Rossi dan Lorenzo tetap akan berbagi tempat dan juga berbagi data telemetri.

Selain seputar hal tersebut, MotoGP juga diramaikan dengan spekulasi mengenai potensi kembalinya Casey Stoner ke lintasan balap-. Pada prosesnya Stoner dipastikan ke Ducati sebagai pebalap uji dan brand ambassador, meninggalkan posisi test rider di Honda yang sebelumnya sempat ia jalani.

Masih di ranah MotoGP, ada kabar lanjutan seputar MotoGP 2017 di Indonesia. Pada bulan November, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan Sirkuit Sentul di Jawa Barat sebagai arena penyelenggaraannya.

Di arena F1 bulan November juga menghadirkan balapan pamungkas, di Abu Dhabi. Bedanya, hasil balapan sudah tidak menentukan karena Lewis Hamilton sudah lebih dulu keluar jadi juara dunia dengan mengungguli rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg, yang meraih kemenangan di seri terakhir sekaligus merangkai tiga kemenangan secara berturut-turut setelah sebelumnya juga berjaya pada GP Meksiko dan GP Brasil.



Arena balapan formula lain, GP2, juga berakhir pada bulan November. Pebalap Indonesia Rio Haryanto menorehkan hasil dengan menyudahi musim pada peringkat empat usai menjalani musim oke--yang pada prosesnya menguak jalan ke F1. Sementara pebalap Indonesia lainnya, Sean Gelael, yang baru mulai menjajal GP2 sejak pertengahan musim belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

Beralih ke arena tinju, Tyson Fury menjadi penguasa tinju kelas berat dunia setelah mengalahkan Wladimir Klitschko dengan kemenangan angka mutlak di pengujung bulan November. Kemenangan ini membuat Fury menyandang gelar juara dunia WBA, IBF, IBO dan WBO, sekaligus mencatatkan rekor 25-0.

Sedangkan di arena basket NBA, bulan November lalu memunculkan torehan kontras dari Philadelphia 76ers dan Golden State Warriors. Pada bulan tersebut Sixers menyamai rekor start terburuk NBA setelah kalah 84-92 dari Memphis Grizzlies, membuat catatan menang-kalahnya saat itu menjadi 0-18. Sementara itu Warriors justru membuat start impresif dan resmi membuat rekor baru setelah berjaya 111-77 atas Los Angeles Lakers, memoles catatan menang-kalah sang juara bertahan pada titik itu itu menjadi 16-0.



Sedangkan di dunia tenis Novak Djokovic melengkapi dominasinya di 2015, dengan menyabet tiga titel grand slam, berkat keberhasilan menjuarai ATP World Tour Finals usai menundukkan Roger Federer dua set langsung 6-3, 6-4. Itu merupakan kali kelima Djokovic menjuarai turnamen tutup tahun tersebut, menjadikannya sebagai petenis pertama dalam sejarah yang bisa melakukannya. Djokovic juga berhasil menyamai prestasi petenis-petenis legendaris seperti Ivan Lendl dan Pete Sampras yang sama-sama mengumpulkan lima gelar juara ATP World Tour Finals, dan hanya kalah jumlah dari Federer (6).

Masih dari dunia tenis, tim Britania Raya yang dimotori Andy Murray tampil sebagai juara di turnamen beregu putra Piala Davis. Mereka meraih trofi juara setelah mengalahkan Belgia 3-1 di final. Itu adalah gelar kesepuluh Britania Raya di ajang Piala Davis, mengakhiri penantian panjang setelah sebelumnya juara pada 1936. Jumlah gelar Britania Raya masih kalah jauh dari Amerika Serikat (32 kali) dan Australia (28 kali).

Dari dunia atletik, skandal doping yang terjadi di Rusia berbuntut jatuhnya hukuman berat. IAAF (International Association of Athletics Federations) menskors Rusia dari seluruh kejuaraan atletik dunia setelah Badan Anti Doping Dunia (WADA) mengeluarkan laporan yang mendakwa atlet-atlet Rusia telah melakukan skandal doping besar-besaran yang "didukung oleh pemerintah". Dalam voting yang dilakukan Dewan IAAF, sebanyak 22 suara mendukung dijatuhkannya sanksi untuk Rusia, sementara yang menolak cuma satu.

Di Tanah Air, pada pengujung November lalu Tono Suratman terpilih kembali untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2015-2019, usai terpilih secara aklamasi di Musyawarah Olahraga nasional (Musornas) yang dihadiri 31 KONI Provinsi dan 58 pengurus olahraga di Hotel Aston, Jayapura, Papua.

Sementara itu Raja Sapta Oktohari ditunjuk menjadi Chef de Mission Indonesia ke Olimpiade 2016 Rio de Janerio. Raja dipilih melalui rapat internal KOI setelah mengalahkan empat kandidat lain. Pria yang juga ketua umum PB ISSI tersebut dinilai sebagai sosok muda dan pas untuk memimpin kontingen ke ajang tersebut.

Selain itu persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang juga mendapat porsi besar pada bulan November lalu. Secara khusus karena Olympic Council of Asia (OCA) yang ingin agar Indonesia segera bergegas menggeber persiapan sudah memberikan "lampu kuning". Apalagi semua arena dan fasilitas pendukung diharapkan bisa selesai pertengahan 2017, saat test event Asian Games.

Di tengah-tengah kabar tak enak itu terselip pula informasi positif mengenai keberhasilan Indonesia meraih gelar juara umum Asean Schools Games (ASG) untuk kali pertama. Sukses itu dicapai kontingen 'Merah Putih' dengan mengoleksi 25 medali emas, 24 perak, dan 10 perunggu di Brunei Darussalam, mengungguli Malaysia yang menjadi pesaing terdekat dengan 20 emas, 14 perak, 22 perunggu.

Sementara itu dalam perhelatan Kejuaraan Dunia Wushu 2015, Indonesia yang menjadi tuan rumah juga menuai hasil di luar dugaan setelah keluar sebagai runner-up yang cuma kalah dari negara asal olahraga beladiri ini: China. Dalam ajang yang dibuka oleh Jet Lee, aktor top yang punya basic Wushu, Indonesia meraih 7 emas, 3 perak, 6 perunggu, yang menjadi peningkatan besar dibandingkan edisi sebelumnya pada 2013 (1 emas, 1 perak, 3 perunggu).

(krs/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads