Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 44 dengan perolehan 290 poin. Sedangkan Toni berada di urutan 82 dengan perolehan 195 poin.
Pada kategori pengumpulan poin negara, Elga bersama tim putri Indonesia dalam ranking kualifikasi Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) berada di peringkat 26. Sementara itu, Toni bersama tim putra berada di peringkat 21.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan waktu pengumpulan poin yang tersisa lima bulan lagi, PB ISSI pun sudah menyiapkan sejumlah strategi guna mencapai target tersebut. Selain berencana menggelar enam ajang perlombaan BMX level C1 di tiga kota yaitu Banyuwangi, Yogyakarta, dan Siak, mereka juga mengikuti beberapa event perlombaan C1 di luar negeri.
"Untuk event di Indonesia, kami masih menunggu dari UCI. Sementara, khusus Elga dan Toni, kami juga akan mengikutkan mereka dalam tiga seri Piala Dunia yang berlangsung di Santiago Del Esterro, Argentina, Maret, di Manchester, Inggris pada 18-19 April, dan Papendal, Belanda pada 9-10 Mei," kata Dadang kepada detikSport, Minggu (3/1/2016).
Pada akhir Mei 2016, Toni dan Elga juga akan diikutkan dalam Kejuaraan Dunia BMX di Medellin, Kolombia, 23-29 Mei 2016. "Ini bisa dongkrak ranking juga karena poin yang diperebutkan di kejuaraan ini lebih besar," ungkap Dadang.
Tak hanya dari segi kesiapan atletnya, Dadang juga sudah menyampaikan secara informal kepada Satlak Prima untuk melancarkan administrasi guna keberangkatan ke event dunia nanti.
"Secara informal kami sudah sampaikan ini. Tapi, kami akan terus konsolidasi, mempersiapkan event, serta mengajukan proposal," ucapnya.
Terkait anggaran, Dadang belum bisa mengungkapkan secara detail. Namun, dia sudah menyiapkan strategi khusus guna menekan anggaran jika memang tidak bisa terakomodir semua.
"Salah satu cara yang bisa ditempuh menggunakan mobil van, jadi kita bisa tinggal di sana tanpa harus ada biaya tempat tinggal lagi. Itu jauh lebih murah. Dan rata-rata pebalap profesional banyak yang menggunakan cara itu. BMX sangat mepet waktunya dari Mei ke Agustus, sehingga harus ada terobosan. Yang jelas kami harap bisa lancar semua," katanya.
(mcy/mfi)










































