Mulai 6 Januari, Satlak Prima Gelar Tes untuk Atlet Olimpiade di Tiga Kota

Mulai 6 Januari, Satlak Prima Gelar Tes untuk Atlet Olimpiade di Tiga Kota

Mercy Raya - Sport
Minggu, 03 Jan 2016 18:28 WIB
Jakarta - Mengawali tahun 2016, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) akan menggelar tes untuk atlet Olimpiade. Tes itu akan dilangsungkan pada 6-20 Januari mendatang.

Tes yang meliputi tes medis, psikotes, dan fisik laboratorium tersebut akan digelar di tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Sementara jumlah atlet yang akan mengikuti tes berjumlah 71 orang. Mereka berasal dari cabang olahraga angkat besi (13 atlet), bulutangkis (13), panahan (2), atletik (7), balap sepeda (1), renang (5), rowing (13), voli pantai (8), taekwondo (4), dan judo (5).

"Tujuan tes ini untuk mengidentifikasi para atlet yang akan dipersiapkan menuju Olimpiade Rio de Janeiro. Dari sini nantinya akan ditentukan penanganan yang dibutuhkan atlet. Kami ingin semuanya terukur sesuai dengan high performance programme," kata Kasatlak Prima Achmad Sutjipto, di Gedung PP ITKON, Senayan, Jakarta, Minggu (3/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Sutjipto, program kepelatihan individual tersebut nantinya akan diberlakukan kepada seluruh atlet yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) Pelatnas Satlak Prima untuk menjalani tahapan penelusuran (screening) kondisi fisik pada Januari 2016. Setelah ditentukan, atlet akan dimasukkan dalam pengelompokan (cluster) tertentu.

"Tiap-tiap pengelompokan ini tentu akan berbeda pengaplikasiannya. Seperti misalnya, perlakuan terhadap Eko Yuli Irawan (angkat besi) itu akan berbeda dengan perlakuan terhadap atlet lainnya. Semua disesuaikan dengan hasil screening-nya," ucapnya.

Pak Tjip, begitu Achmad Sutjipto akrab disapa, berharap dengan program yang fokus pada individu atlet tersebut, performa atlet mampu ditingkatkan menjelang tampil pada multievent Olimpiade 2016, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018.

"Nantinya program latihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet. Untuk itu, kami mengharapkan dengan program yang fokus kepada individu atlet ini, performa puncak atlet bisa ditingkatkan jelang multievent," harapnya.

Khusus untuk atlet proyeksi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, mereka akan kembali menjalani tes peningkatan fisik pada bulan Maret mendatang.

(mcy/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads