Mundur Lagi, Kemenpora Tidak Khawatirkan Soal Teguran OCA

Mundur Lagi, Kemenpora Tidak Khawatirkan Soal Teguran OCA

Mercy Raya - Sport
Selasa, 05 Jan 2016 20:16 WIB
Mundur Lagi, Kemenpora Tidak Khawatirkan Soal Teguran OCA
Lucas Aditya/detikSport
Jakarta - Meski Indonesia kembali memunduran jadwal pembangunan fisik, namun pemerintah tidak khawatir akan ditegur OCA. Kementerian Pemuda dan Olahraga akan meyakinkan dengan proses lelang pekan ini.

Indonesia kembali memundurkan jadwal pembangunan wisma atlet di Kemayoran dan renovasi Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta ke bulan Agustus 2016. Jadwal baru itu mundur lima bulan dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya.

Penundaan itu karena disinkronkan dengan jadwal yang dibutuhkan oleh kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk perencanaan sampai pembangunan. Di antaranya, pengadaaan dan desain yang membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami sama sekali tidak khawatir karena kami akan laporkan semua perkembangan ini kepada OCA (Dewan Olimpiade Asia). Selain itu, pengumuman soal lelang juga sudah bisa didapatkan pada pekan depan. Artinya, OCA tahu bahwa kami sebenarnya serius mempersiapkan Asian Games ini,” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Selasa (5/1/2015).

Diakui Gatot, sebelumnya Indonesia memang pernah mendapatkan surat teguran dari OCA hingga lampu kuning terkait perkembangan persiapan Asian Games. Namun itu semata-mata karena persoalan administrasi.

Kendati begitu kata Gatot, pemerintah menjamin setelah urusan administrasi selesai. Pembangunan fisik yang akan dimulai Agustus 2016, terkait wisma atlet dan renovasi GBK akan tepat waktu selesai.

"Yang jelas setelah rapat (Setneg dengan kementerian terkait) kami lebih pede (percaya diri) menghadapi OCA karena laporannya sudah ada. Menteri PU dan Pera pun mengatakan tadi bahwa minggu depan harus sudah ada pengumuman lelang, dan ada rangkaian masterplan lain lagi untuk renovasi GBK (masterplan) ini beda dengan AG. Itu semua akan dilaporkan kepada OCA dan akan persoalan ini akan selesai Juli 2016,” kata Gatot.

Lantas apakah tidak terlalu lambat?

 “Tidak, karena yang paling penting bagi OCA adalah selesainya bukan awalnya. Kalau awalnya kan tinggal menyertakan dokumen tertulis, seperti kontrak kerja yang merupakan jaminan bahwa kita serius untuk persiapan Asian Games ini. Kemarin-kemarin kan kami sama sekali tidak punya dokumen tertulis sekarang perencanaannya sudah ada,” ucap dia.

(mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads