Juni, GBK Harus Sudah Dikosongkan

Asian Games 2018

Juni, GBK Harus Sudah Dikosongkan

Mercy Raya - Sport
Rabu, 06 Jan 2016 18:53 WIB
Juni, GBK Harus Sudah Dikosongkan
Jakarta - Pembangunan fisik dalam rangka persiapan Asian Games 2018 dipastikan akan dimulai Agustus mendatang. Pengurus olahraga yang berkantor di sekitar GBK sudah harus mengosongkan kantor mereka dua bulan sebelumnya.

Seagai bentuk persiapan 'penggusuran' PB-PB yang ada di sekitar GBK, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) akan mengirimkan surat imbauan pindah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dalam waktu dekat.

Demikian disampaikan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, usai melakukan rapat lanjuan terkait Asian Games di Kantor Kemenpora, Rabu (6/1/2015), bersama Direktur PPK GBK, Ketua Umum KONI, dan Sekretariat Negara (Setneg).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pihaknya menindaklanjuti imbauan dari Setneg yang meminta PPK GBK untuk segera mempersiapkan semua agar pengurus cabang olahraga maupun pihak yang berkantor di kawasan Gelora Bung Karno tidak mendapat informasi mendadak.

"Dalam rapat tadi yang muncul selain soal persiapan Inpres, juga terkait Dirut GBK yang harus berkirim surat kepada KONI. Mengingat beberapa kantor PB yang terkena renovasi untuk segera diinformasikan, supaya tidak ada kesan mendadak," ucap Gatot.

Sebelumnya, pihak pengelola GBK telah menginformasikan agar kawasan GBK dikosongkan per Januari karena rencana semula pembangunan fisik akan dimulai April. Tapi pembangunannya kemudian mundur hingga Agustus. Karena idealnya kawasan tersebut 'dibersihkan' dahulu dari beragam kegiatan dua bulan sebelumnya, maka GBK diharapkan sudah benar-benar kosong.

"Kan tidak mungkin kita grasak grusuk masuk kantor orang, tentu ada faktor kepantasan yang harus diperhatikan," ungkapnya.

Tak hanya tujuh venue yang bakal kenal imbas dari renovasi GBK, PSSI yang baru saja melakukan renovasi awal tahun 2015 juga bakal kena gusur.

"Pokoknya yang di sekitaran GBK," kata Gatot.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim mengaku mendukung pembangunan fasilitas sepakbola. Namun pihaknya hingga kini masih menunggu surat resmi pemindahan.

"Kami tidak tahu skema pembongkaran seperti apa? Apakah kantor ini kena apa atau tidak. Dari sisi pembangunan di hitung atau tidak. Intinya secepatnya kami mencari kontak Direktur GBK yang baru, karena di sana kan orang baru semua. Kami juga tidak masalah selama untuk pembangunan struktur sepakbola, kami pasti dukung. Toh, sektor yang kami bangun kemarin adalah untuk mempercantik GBK, kami tentu tidak ingin terbuang percuma," ungkapnya.

"Tapi kalau misalnya surat pemberitahuannya seperti itu tentu akan kami ikuti. Tapi sekarang kami belum terima surat resminya. Kami sudah punya beberapa opsi pindah. Itu tak akan jadi masalah," pungkas dia.

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads