Β
Tes meliputi Vo2 Max, explosive power (daya ledak), kelenturan, kemampuan paru-paru, mengukur kekuatan lengan dan mengukur kekuatan tungkai.
Β
Lifter putra Eko Yuli Irawan saat ditemui disela-sela tes fisik menyambut positif tes tersebut. Menurutnya, hal ini bakal memberi manfaat bagi dirinya untuk mengetahui kemampuan fisiknya secara detail.
Β
"Tak ada masalah dengan tes medis yang diterapkan Satlak Prima. Tes ini sangat bermanfaat bagi atlet yang menjalaninya karena bisa mengetahui jika dirinya mengalami cedera," kata Eko.
Β
Dari hasil sementara yang dilakukan pada tes fisik, Eko mengalami kelebihan berat badan dari kelas idealnya di 62 kg.
Β
"Ya, saya memang kelebihan berat badan 7 kg karena sudah tidak menjalani latihan sehabis tahun baru. Tapi tidak akan jadi masalah buat saya, setelah menjalani program latihan saya yakin bisa normal kembali," kata peraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 itu.
Β
Dalam kesempatan yang sama, lifter Triyano sudah mendapatkan izin untuk menjalani program latihan persiapan menuju Olimpiade Rio de Jeneiro 2016. Lifter yang diharapkan mampu mengibarkan Merah Putih pada ajang pesta olahraga akbar empat tahunan dunia itu sudah menjalani tes di PP ITKON.
Β
"Saya baru mendapat izin dari tempat bekerja di Dispora Kaltim. Sekarang, saya sudah bisa fokus menjalani tes medis dan latihan persiapan ke Rio de Jeneiro," kata Triyatno.
Β
Triyatno yang diproyeksikan tampil pada kelas 69 kg telah dua kali tampil di Olimpiade. Dia juga bertekad melengkapinya menjadi yang ketiga. "Kalau bisa lolos pada penampilan ketiga saya ingin mempertahankan medali perak. Syukur-syukur bisa meraih emas," katanya.
Di Olimpiade 2016, Indonesia mendapat kuota 5 lifter putra dan 2 lifter putri. "Saat ini, kita sudah merekrut 12 lifter terdiri dari 7 putra dan 5 putri. Nama lifter yang akan berangkat ditentukan pada seleksi terakhir Juni 2016," kata pelatih Tim Angkat Besi Olimpiade, Dirdja Wihardja.
(mcy/din)











































