Bertambah Lagi, Sayembara Independen untuk Drawa

Bertambah Lagi, Sayembara Independen untuk Drawa

Femi Diah - Sport
Jumat, 08 Jan 2016 20:17 WIB
Bertambah Lagi, Sayembara Independen untuk Drawa
Jakarta -

Rencana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendesain ulang maskot Asian Games 2018 tetap membuat publik waswas. Kreavi merespons dengan membuat sayembara independen.

Drawa --maskot Asian Games berupa cenderawasih tapi dinilai lebih mirip ayam -- rencananya direvisi dalam waktu tiga bulan terhitung sejak 6 Januari tahun ini. Tapi, sampai saat ini belum ada rambu-rambu, baik dari Kemenpora ataupun Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), akan seperti apa desain Drawa nantinya.

Situasi itu membuat galau komunitas kreatif. Mereka waswas desain yang dipakai Drawa nanti tetap tak sesuai harapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kreavi, sebuah situs dan marketplace untuk pekerja kreatif visual Indonesia, menggelar sayembara berhadiah Rp 30 juta yang digeber mulai hari ini, Jumat (8/1/2016) hingga 30 hari ke depan. Mereka berharap Kemenpora dan Bekraf melirik usulan dari publik yang terangkum dalam sayembara mereka itu.

"Saat melihat Drawa pertama kali saya sedih. Kami langsung membicarakan kok seperti ini? Kami harus mengambil sikap. Harus berbuat sesuatu," kata Andi Martin, CEO Kratoon.com, yang menjadi salah satu juri dalam sayembara itu, dalam perbincangan dengan detikSport, Jumat (8/1/2016).

"Kemudian Kemenpora mengumumkan akan ada desain ulang dengan nyenggol-nyenggol Bekraf. Kami cukup lega karena banyak orang kreatif di Bekraf. Tapi, masih ada tapinya lho. Sampai saat ini tidak ada transparansi soal bagaimana pemilihan maskot yang didesain ulang nanti. Kalau tetap jelek setelah makan waktu tiga bulan bagaimana?

"Akhirnya dari pembicaraan di antara kami ada yang mau nyumbang ini, nyumbang itu buat hadiah. Jadilah sayembara ini. Kami ingin berkontribusi bersama teman-teman kreatif yang jumlahnya sampai 30 ribu desainer ini. Kami ingin memberikan desain yang lebih baik. Kami kan gemas karena kita, Indonesia ini, mempunyai banyak desainer keren. Mereka sering dipakai di luar negeri," ujar dia.





Selain itu, Andi menilai waktu penggarapan desaing ulang Drawa sampai tiga bulan terlalu lama. Menurut pengalamannya, membuat desain sebuah maskot tak perlu durasi sepanjang itu.

Andi juga berpesan agar maskot harus komersil. Maskot akan percuma jika tak menarik publik untuk membelinya.

"Misalnya karakter itu ditaruh di kaus, orang tertarik untuk membelinya. Di yang lain lagi, juga orang tetap ingin membelinya. Kalau tidak ada nilai jualnya buat apa dijadikan maskot," beber dia.

Sebelumnya Hellomotion juga membuat sayembara independen. Mereka juga menawarkan hadiah kepada para peserta.

(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads