Demikian diungkapkan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, usai melakukan pertemuan di Kementrian PMK dan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.
"Memang fokus yang dibahas tadi saat pertemuan di Kementerian PMK dan Rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo adalah terkait velodrome dan renovasi equestrian. Karena sampai hari ini masih belum ada kemajuan yang berarti dari DKI. Sementara untuk wisma atlet sudah jauh bahkan malam ini sudah mengumumkan pengumuman undangan lelang," kata Gatot, usai pertemuan dengan kementerian/lembaga terkait Asian Games di Kantor Kementerian PMK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika nantinya tidak ada perkembangan yang terjadi, Kemenpora sudah menyiapkan alternatif-alternatif.
βTadi sudah ada alternatifnya (kalau tidak ada kemajuan), tapi kami tidak ingin mengindahkan dulu. Soalnya nanti Jakarta jadi mengandalkan pemerintah pusat terus. Biarlah Jakarta itu menunjukkan gengsinya, masa hanya dikasih dua pekerjaan saja tidak selesai.β
βTapi jika sampai satu pekan ke depan tidak ada progress yang signifikan dari Jakarta. Mungkin kami akan mempertimbangkan opsi lain. Yang jelas, tidak mungkin tidak dibangun, karena itu persyaratan dari OCA sendiri,β ungkap Gatot.
Di lain sisi, Kementerian PU dan PERA malam nanti akan membuka undangan lelang bagi yang berminat untuk mengikuti pembangunan wisma atlet Asian Games 2018. Sebagaimana dikatakan Menteri PU, yang akan dibangun terlebih dahulu adalah blok C2 dan D 10.
"Itu sudah menampung cukup para peserta Asian Games di Jakarta. Namun, sekiranya masih kurang akan dibangun untuk wilayah C3, dan yang akan membangun adalah Perumnas," pungkasnya.
(mcy/din)











































